Semarang. panjinasional.net – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Retno Sudewi berharap agar pegiat media ikut aktif melaksanakan tugas dinas dalam melindungi  perempuan dan anak. Banyak unsur yang terkait dengan perempuan dan anak diantaranya adalah memberdayakan maupun melindungi keberadaan mereka.

“Perlindungan itu bisa saja terjadi di saat perempuan ataupun anak mendapat perlakuan yang tidak manusiawi atau mendapat tindak kekerasan dari pihak lain ataupun dengan melakukan pencegahan lewat pemberian informasi dan pendekatan edukatif,” kata Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah Dra Retno Sudewi, MM dalam acara Pelatihan Media Sensitif Gender di Hotel Gets  Semarang (24-25/6/2019).

Dalam kegiatan tersebut panitia mengundang narasumber Wakil Ketua DPRD Jateng H Achmadi dan Pengurus PWI Pusat Kamsul Hasan. Hadir sebagai peserta perwakilan dari unsur wartawan, pegiat media sosial, humas, perwakilan kalangan milenial dan unsur akademisi.

Achmadi menjelaskan faktor utama terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, lebih disebabkan karena tipisnya rasa keimanan seseorang.

“Jika seseorang itu memiliki kadar keimanan yang baik, dalam kondisi terjepit ekonomi sekali pun, ia akan tetap memiliki moral yang tinggi, berakhlaqul karimah,” tandasnya.

Sementara itu Kamsul Hasan dalam materinya lebih banyak menjelaskan tentang aturan perundang-undangan terkait dasar hukum perlindungan perempuan dan anak, serta payung hukum penggiat media dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

“Mereka bisa menggunakan UU Pers maupun pasal 28 berikut 10 ayat yang ditambahkan untuk memberi penjelasan secara mendalam,” ungkap Kamsul. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here