Proses persidangan kasus dugaan penganiayaan di PN Surabaya

Surabaya. www.panjinasional.net – Jadwal Pesidangan kasus lanjutan tentang penganiayaan Ketua RT yang masih di lingkungan perumahan Wisata Bukit Mas Surabaya dengan staf Karyawannya Pengembang yang menjadi terdakwa Christian Novianto Bin Nomo Mukardono pelaku penganiayaan.

Menunggu jadwal persidangan, para saksi dan saksi korban Oscar berbincang di depan ruang Sari dua pengadilan negeri Surabaya

Sidang  masuk agenda saksi- saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dan dari Kejari Surabaya.

Dalam sidang yang digelar diruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Hari Kamis (20/6) menurut keterangan saksi saksi yang diajukan dipersidangan, Hakim ketua Maxi Sigarlaki mengatakan agar para saksi bersedia diambil sumpahnya terlebih dahulu.

Usai persidangan saksi Korban Dr.Oscarius Yudhi Ari Wijaya, SH, MH saat diwawancarai wartawan

Selain saksi Korban Dr.Oscarius Yudhi Ari Wijaya, SH, MH yang juga sebagai Advokat dan juga sebagai ketua RT, menghadirkan empat Saksi lainnya yakni, Irwan Yuli Priharto, Richard Lukito, Andiko Noertjandranata, Ignatius Hanny. Mereka masing – masing disumpah sesuai agama dan keyakinan masing- masing.

Saksi sekaligus korban Oscar mendapat giliran pertama menjalaskan awal kejadian, adanya salah satu warga saat akan memasukan mobil yang bermuatan material bangunan ke dalam lokasi perumahan Wisata Bukit Mas ke lokasi salah satu rumah yang atapnya bocor.

Namun tapi dari pihak security maupun terdakwa Christian Novianto Bin Nomo Mukardono melarang menurunkan atau menaruh bahan material yang sudah dipesan oleh pemilik rumah.

Pada akhirnya pemilik rumah minta bantuan ketua RT bernama Dr.Oscarius YA Wijaya, SH,MH untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Jadi Oscar sebagai Ketua RT juga merasa ingin meluruskan permasalahan warganya dengan staf Karyawan Wisata Bukit Mas yang ternyata beda persepsi dan sempat terjadi adu argumen.

Selanjutnya entah kenapa kaki ketua RT Oscar langsung ditendang oleh Staf Karyawan Wisata Bukit Mas yang bernama Cristian Novianto Bin Nomo Mukardono yang sekarang menjadi Terdakwa.

Pada saat ada keributan dan dilihat Ketua RT sama Staf Karyawan Wisata Bukit Mas yang bernama Cristian Novianto munculah ketua RW dan langsung menarik Ketua RT untuk melerai dalam kejadian adu argumen tersebut.

Menurut Oscar, larangan tersebut apa sudah tahu warga perumahan Wisata Bukit Mas akan memasukan bahan material untuk pembenahan rumah warga yang terjadi kerusakan, harus Ijin dulu ke pengembang. Meskipun hal tersebut sudah ada dalam tata tertib. Dan tata tertib itu sudah disetujui oleh pihak pengembang dan dari pihak warganya. Tiba tiba adanya pelarangan kendaraan bermuatan bahan bangunan memasuki area WBM.

Masih saksi Oscar, karena mendapat perlakuaan dengan cara kekerasan yang seharusnya tidak patut terjadi terhadap warga yang jelas jelas bermukim di lingkungan Perumahan Wisata Bukit Mas (WBM). “Sehingga dalam kejadian tersebut saya langsung lakukan visum di RS.Bayangkara dan selanjutnya saya laporkan ke Kepolisian untuk di tindak lanjutin.” tuturnya

Selanjutnya Hakim Maxi bertanya kepada saksi Oscar apakah semua saksi lainnya yang hadir ini tahu kejadian tersebut. ” Jawabnya ya majelis hakim, karena mereka semua saksi ada di lokasi kejadian dan sempat juga ikut dalam adu argumen tersebut.” katanya.

Masih seputar pertanyaan Hakim Maxi yang menanyakan masalah jarak antara terdakwa dengan korban seberapa dekat dan bagaimana rasa sakit yang dirasakan ”Dekat sekitar satu meteran pak hakim, karena kejadian penendangan kaki saya sangat cepat sekali, namun saya merasakan panas dan memarnya pada kaki saya sangat terasa sekali, ” tuturnya.

Oscar menjawab “Sekitar tiga hari rasanya panas dan memar kaki saya baru berangsur hilang” jelasnya kepada Hakim Ketua Maxi Sigarlaki.

Kemudian Hakim maxi bertanya kepada empat saksi lainnya, semua membenarkan kejadian tersebut yang terjadi sekitar kurang lebih 18 menit .

Jadi para warga dan rekan -rekan tahu kalau Ketua RT dianiyaya oleh terdakwa Cristian Novianto dan langsung ikut mengantar Ketua RT melakukan visum dan diteruskan melapor ke Kepolisian, jadi sampai kasus ini berlanjut ke persidangan.

Selanjutnya Hakim Maxi memberikan kesempatan kepada Kuasa Hukum Terdakwa Cristian Novianto, untuk bertanya kepada saksi Korban Oscarius, dalam pertanyaan kuasa hukum terdakwa, menunjukan rekaman video berdurasi sekitar 18 menit, justru dalam isi rekaman tersebut kliennya yang mendapatkan penyerangan argumen dari korban dan para saksi saksi.

Justru dalam video yang di usung ke meja majelis hakim tidak ada menunjukan terdakwa Cristian Novianto melakukan penganiayaan yang dituduhkan.

Guna Menghindari debat adu argumen yang tidak masuk dalam konteks masalah persidangan yang sebenarnya, hakim Maxi memberikan banyak teguran teguran agar semua yang menjadikan bukti pengajuan dalam persidangan biar nanti majelis hakim yang memberikan penilaian dan telah menjadi catatan oleh Penitera sidang yang ditunjuk.

Setelah mendengarkan saksi saksi yang diajukan oleh JPU juga pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh Majelis Hakim, pengacara terdakwa dan JPU, akan melanjutkan sidang yg akan diagendakan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Cristian Novianto Bin Nomo Mukardono, dan hakim maxi menutup persidangan.

Selanjutnya apakah pihak Oscar sebagai korban bisa menerima bukti video dari pihak terdakwa tanpa mengajukan uji forensik dengan melibatkan ahli IT atas munculnya bukti video yang tiba tiba dimunculkan sebagai bukti.? Tunggu persidangan selanjutnya..@gtt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here