Bupati Madiun bersama Tim Penilai Lomdes tingkat propinsi

Panjinasional.Madiun.Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dan panjang,akhirnya Tim Penilai Lomdes Tingkat Propinsi berkunjung ke Kab.Madiun untuk melakukan evaluasi dan penilaian terhadap Desa Kepel,Kec.Kepel Kab.Madiun setelah masuk nominasi menyisihkan peserta lain lomba desa tingkat propinsi dari sekitar 7724 desa se Jawa Timur.

Menurut panitia lomdes,Desa Kepel Kec.Kare Kab.Madiun masuk nominasi 4 besar dan ini menjadi kebanggaan tersendiri buat Kabupaten Madiun.”Desa Kepel menjadi nominasi di tingkat propinsi,”terang Bupati Madiun H.Ahmad Dawawi,S.Sos.(13/6/2019).Dalam kegiatan penilaian lomdes ini,Tim penilaian lomba lapang propinsi disambut dan dipandu oleh Bupati Madiun bersama Tim Penilai Lomdes Tingkat Kab.Madiun yang leading sektor di Dinas PMD Kab.Madiun.

Dalam sambutannya,Bupati Madiun mengungkapkan bahwa di Desa Kepel Kec.Kare Kab.Madiun ini banyak menyimpan potensi baik potensi SDA maupun SDM nya.Potensi alamnya antara lain adanya: produk Kopi Kare dan porang.Untuk produk porang, nantinya akan menjadi komoditi yang akan didongkrak produktivitasnya supaya meningkat.”Hari ini sudah masuk investor besar yang akan menampung dan mengolah porang menjadi komoditi ekspor,” terang Bupati Madiun.

Dan terkait permasalahan kestabilan harga dan ketersediaan pupuk,Bupati Madiun sudah membangun kemitraan dan komitmen dengan investor tersebut.Sehingga bagi para petani tidak perlu kuatir lagi.Karena Bupati Madiun ingin mewujudkan visi-misinya dengan membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih sejahtera.

Kebijakan Bupati Madiun untuk mensejahterakan masyarakat Kab Madiun sudah diwujudkan dengan meningkatkan nilai anggaran dana desa/ADD menjadi 20% dan menurutnya kebijakan ini merupakan yang terbesar se indonesia.Kalau dahulu OPD berada di garda depan dalam penyelesaian semua permasalahan,saat ini Bupati Madiun berharap desa saat ini dapat berada diposisi garda terdepan dalam menyelesaikan semua permasalahan. Sehingga semua permasalahan dapat diselesaikan cukup ditingkat desa saja.

“Dan pada saat penyusunan APBDes,kita sendiri yang evaluasi.Jadi saya terjun langsung ,supaya pembangunan Kab.Madiun ini sinkron dengan propinsi dan propinsi sinkron dengan pusat.Karena kita punya tim evaluator.Sehingga pembangunan nya sudah sesuai visi-misi yairu aman,mandir,sejahtera dan beraklak,”tegas Bupati Madiun H.Ahmad Dawawi,S.Sos.

Dalam kegiatan penilaian lomdes tingkat propinsi ini dipimpin oleh Sekda propinsi Garjati Heru Cahyono yang diikuti oleh Kepala DPMPD Propinsi Ir.Mohamad Yasin,M.Si beserta tim propinsi.Dalam sambutannya,Kadin PMD Propinsi Ir.Mohamad Yasin,M.Si bahwa lomba desa ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk melakukan 2 hal yaitu evaluasi dan pembinaan.

Menurut Ir Mohamad Yasin, pemerintah telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dan menyempurnakan tatakelola pemerintahan desa sesuai dengan UU Desa yang berdasarkan asas rekoqnisi dan subsidiaritas.Dan pemerintah memberikan wewenang kepada desa untuk mengelola keuangan Dana Desa sebaik mungkin.

Dalam melakukan penilaian lomdes,menurut Kadin PMD Propinsi harus memperhatikan 3 aspek yaitu : Bagaimana tatakelola pemerintahannya,-Bagaimana tatakelola kewilayahannya dan Bagaimana tatakelola kemasyarakatannya.

Tim penilai propinsi cukup respect terhadap persiapan lomba yang dilakukan Desa Kepel Kec.Kare Kab.Madiun ini.Karena menganggap masyarakatnya cukup inovatif dan kreatif dalam lomba desa kali ini.”Sudah banyak inovasi dan kreatifitasnya.Orang kaya/kuat akan kalah dengan orang kreatif,”tegasnya.

Menurut Kadin PMD Propinsi, penilaian lomdes tahun ini berbeda dengan tahun kemarin.Karena untuk tahun ini ada penambahan item dengan mensinkronkan keberhasilan 10 Program Pokok PKK.Karena menurutnya,keberhasilan suatu desa itu indikatornya juga diikuti keberhasilan pelaksanaan  10 Program Pokok PKK desa.Yang mendorong Kadin PMD Propinsi Ir.Mohamad Yasin,M.Si terjun langsung melakukan penilaian ada 3 hal.Pertama: Bupati Madiun melakukan terobosan dengan peningkatan anggaran ADD 20%.

Kedua:Bupati Madiun mengawal langsung pembuatan APBDes dengan memfokuskan program pemberdayaan masyarakat.Ketiga:Bupati Madiun telah ikut berperan dalam menanggulangi/mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan program gubernur jatim.(Warti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here