Panjinasional.net – Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bertolak ke Singapura dan hadir sebagai salah satu pembicara pada forum Shangri-La Dialogue, Sabtu (1/6). Pada forum tahunan bergengsi yang dihadiri oleh pengambil kebijakan dan pelaku sektor pertahanan keamanan di Asia Pasifik ini, Agus Widjojo memaparkan tentang keseimbangan antara kemandirian dalam negeri dan kolaborasi dengan negara lain dalam industri pertahanan.

Menurut Agus, kemandirian industri pertahanan harus dipahami dalam konteks kemandirian pada sektor pertahanan itu sendiri. “Kemandirian pertahanan hanya dapat dilakukan jika negara mampu mengatasi semua ancaman dengan baik dan tepat waktu, yang dibekali dengan kesiapan personel, pelatihan, dan peralatan. Semua komponen kemandirian pertahanan ini tidak bersifat parsial karena untuk memenuhinya diperlukan kolaborasi”, jelas Agus.

Dengan kata lain, pemahaman tentang kemandirian pertahanan harus bertujuan untuk mempersenjatai pasukan dengan segala tingkatan alutsista yang sesuai dengan ancaman.”Alutsista ini bisa berasal dari sumber dalam negeri atau dari luar”, ungkapnya.

Agus melanjutkan, dengan menyeimbangkan antara kemandirian dengan kolaborasi akan tercapai efisiensi dalam pembangunan teknologi industri pertahanan. Dengan kolaborasi terdapat tukar manfaat teknologi, penelitian, dan pengembangan. “Elemen pertimbangan lainnya terkait dengan kecepatan perubahan pada teknologi pertahanan, yang membuat satu negara hanya mengandalkan pada tingkat penelitian dan teknologinya sendiri.

Dan yang terakhir, kebutuhan interoperabilitas untuk menjalankan operasi keamanan gabungan yang sejalan dengan posisi politik suatu negara akan mustahil terwujud tanpa adanya kolaborasi dalam pembangunan industri pertahanan” kata Agus.

Di akhir paparannya, Agus Widjojo menekankan bahwa kemandirian yang komprehensif justru akan tercapai jika didahului dengan kolaborasi. Seperti halnya Indonesia dengan kemandirian dan kolaborasinya dalam industri pertahanan, berkontribusi dalam pembentukan perdamaian dan keamanan kawasan untuk mengelola potensi-potensi konflik dengan negara-negara besar yang berkepentingan di kawasan.

Pada forum ini, selain Agus Widjojo hadir pula beberapa tokoh lainnya mewakili Indonesia antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacududan Plt. Deputi Bidang Proteksi Badan Siber dan Sandi Negara Agung Nugraha.@humas/red.gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here