Dirut RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep dr. Erliyati

Sumenep, Panjinasional.net – Sistem Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, mulai dipertanyakan oleh berbagai elemen masyarakat…?

Rumah Sakit Daerah Dr.H. Moh Anwar Kabupaten Sumenep

Pasalnya, sekitar 10 (sepuluh) hari yang lalu, pasien atas nama SUMIYA warga Desa Pragaan daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diduga di tolak untuk di rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep.

Menurut ketua LSM Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GARIS), Supardi S.pd, mengatakan bahwa, kronologis peristiwa terjadinya penolakan terhadap pasien tersebut terjadi pada hari rabu tanggal 15 Mei 2019 sekitar Pukul 11:00-12:00 Wib, dimana pasien atas nama SUMIYA yang ingin dirawat inap di RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep diduga di tolak oleh petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Menurut keterangan dari keluarga pasien, alasan dari petugas di IGD menolak pasien tersebut karena ruang/kamar rawat inap untuk pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah penuh, padahal waktu berada Instalasi Gawat Darurat (IGD) pasien sudah mendapatkan pelayanan dari perawat dan juga dokter yang bertugas di IGD,” kata Supardi Jum’at 24/05 di ruang kerja Dirut RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Dan anehnya, Lanjut Pardi, sapaan akrab Supardi, penolakan terhadap pasien atas nama SUMIYA ini setelah pihak RSUD dr. H. Moh. Anwar dalam hal ini petugas di IGD mengetahui jika pasien menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Bahkan petugas di IGD rumah sakit itu terkesan mengusir pasien, karena menyuruh pasien untuk di bawa atau di rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget,” sambung dia.

“Padahal secara aturan rumah sakit itu tidak boleh menolak pasien, dan saya yakin semua petugas di RSUD dr. H. Moh. Anwar baik dari Level terbawah sampai Level tertinggi ini sudah tahu kalau menolak pasien itu melanggar aturan, namun kenapa hal ini tetap dipaksakan oleh pihak rumah sakit yang bertugas di ruang IGD,” imbuhnya

Di tempat yang sama Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep dr. Erliyati mengatakan bahwa, belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait kasus penolakan terhadap pasien atas nama SUMIYA tersebut dengan alasan pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu kasus penolakan tersebut.

“Jadi kita akan cek dulu siapa yang bertugas di IGD pada waktu itu, dan hasil diagnosanya itu apa.? tapi secara aturan kita (Rumah Sakit) memang tidak boleh menolak pasien,” kata dr. Erliyati Jum’at 24/05 di ruang kerjanya.

dr. Erliyati juga menjelasakan bahwa, terlepas dari kasus penolakan terhadap pasien atas nama SUMIYA tersebut, kapasitas TT di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep itu totalnya ada 200 TT.

“Kita pengennya tetap ingin melayani pasien rawat inap walaupun di letakkan di lorong, tapi kalau dokumen kita itu ketahuan oleh team akreditasi maka nilai rumah sakit kita ini akan jelek,” ujarnya

Pada saat di tanya kapan kira-kira pewarta dan Ketua LSM Garis bisa mendapatkan keterangan secara detail terkait dengan dugaan kasus penolakan terhadap pasien atas nama SUMIYA tersebut.. ?? dr. Erliyati meminta kepada pewarta dan ketua LSM Garis untuk kembali lagi pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2019.

“Karena Kepala bidang (Kabid) saat ini gak ada lagi tugas di luar, jadi kita bisa ketemu lagi hari Selasa.” tukasnya.@ (dar/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here