Dua terdakwa Didampingi penterjemah saat persidangan di PN Surabaya

SURABAYA – Panjinasional, Sidang lanjutan perkara narkoba yang menjerat dua terdakwa asal Malaysia Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda putusan. Kamis (23/05/2019).

Dalam persidangan yang digelar diruang Garuda1, yang diketuai oleh Majelis Hakim Dwi Purwadi. SH., MH, sementara kedua terdakwa didampingi Patni Ladirto Palonda.SH, selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan hukum (LBH) LACAK.

Dalam surat putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Dwi Purwadi. SH., MH., menyatakan bahwa terdakwa 1. Chia Kim Hwa dan terdakwa 2. Henry Lau Kie Lee bersalah melakukan permufakatan jahat dan bersepakat untuk menjual menyimpan atau menjadi kurir dalam jual beli narkotika jenis sabu sabu.

Dengan ini dan atas kesepakatan Majelis Hakim, memutuskan untuk menghukum terdakwa 1. Chia Kim Hwa dan terdakwa 2. Henry Lau Kie Lee masing masing selama tujuh belas tahun (17) penjara dengan di kurangi selama terdakwa dalam tahanan.

Adapun putusan tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko.SH, dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang sebelumnya menuntut para terdakwa selama dua puluh (20) tahun penjara dan denda sebesar Rp 3 milyard dan Subsidair (10) sepuluh bulan kurungan.

Atas keputusan Hakim tersebut, kedua terdakwa yang di dampingi kuasa hukumnya secara bersama-sama menyatakan pikir-pikir, begitu pula yang diucapkan Jaksa Penuntut Umum Winarko.

Dasar tuntutan Jaksa Penuntut Umum karena kedua terdakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia untuk masuk ke Indonesia, perbuatan kedua terdakwa ini dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 Undang -Undang RI No.35 tahun 2009 atau kedua pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terpisah, seusai persidangan ketika diwawancarai awak media ini Patni selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan akan upayakan agar kliennya dihukum seringan mungkin, karena menurut saya 17 tahun itu sangat memberatkan klien saya, makanya saya menyatakan pikir-pikir, pungkas Patni.

Di ketahui bahwa perkara ini terjadi saat petugas Ditresnarkoba Polda Jatim mendapat informasi dari masyarakat terkait penyalagunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh orwng asing di sebuah kamar nomor 117 Hotel Choice BG Juntion Surabaya.

Berbekal informasi tersebut petugas Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap Warga Negera Asing di area Hotel tersebut, tak lama kemudian petugas kembali mendapat informasi jika target tersebut akan melakukan pengiriman kepada bandar yang telah memesan barang tersebut.

Tak buang-buang waktu petugas segera melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap terdakwa1 yakni Chia Kim Hwa, saat digeledah petugas mendapatkan barang bukti berupa (4) empat bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu seberat 1055 gram, (1) satu buah pasport milik terdakwa1, (1) satu lembar bording pass flight atas nama terdakwa1, serta uang tunai sebesar Rp 2,600,000; dan (1) satu unit HP merk VIVO warna hitam.

Dari penangkapan tersebut petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap terdakwa 2 yakni Henry Lau Kie Lee, disebuah tempat makan Mall BG Juntion Surabaya, dimana saat itu terdakwa 2 sedang makan, dari tangan terdakwa 2 didapatkan barang bukti berupa (1) satu buah pasport milik terdakwa 2, serta uang tunai sebesar Rp 2,200,000; dan Bording pass atas nama tetdakwa 2, (1) satu unit HP merk 0PP0 warna silver.

Ketika di interogasi, para terdakwa mengaku bahwa dirinya hanyalah seorang kurir yang diberi tugas oleh Sihai (DPO) untuk mengirimkan sabu tersebut dari Serawak Malaysia ke Indonesia untuk di serahkan pada pemesannya yakni Shao Xun yang tak lain adalah teman dari Sihai (DPO). (RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here