Warga perumahan WBM saat bersama Advokat Adi Cipta Nugraha tengah baju putih berdasi ketika diwawancarai sejumlah awak media@Oscar

Surabaya, Panjinasional.net – Hasil proses persidangan putusan gugatan Class Action yang disaksikan puluhan warga perumahan Wisata Bukit Mas RW 006 nampak meluapkan kegembiraanya di luar ruangan sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Senin (20/5/2019).

Sehingga wargapun merasakan kegembiraan nya dan sempat berfoto foto bersama sambil mengacungkan jempol, karena gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) dikabulkan majelis hakim.

“Mengadili menyatakan menolak konvensi/rekovensi dari tergugat. Mengabulkan sebagian gugatan dari pihak penggugat,” baca Agus Hamzah pada amar putusannya.

Sehingga wargapun sempat berfoto foto bersama sambil mengacungkan jempol, karena gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) dikabulkan majelis hakim.

“Mengadili menyatakan menolak konvensi/rekovensi dari tergugat. Mengabulkan sebagian gugatan dari pihak penggugat,” baca Agus Hamzah pada amar putusannya.

Dalam pertimbangannya, Majelis hakim menyatakan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Wisata Bukit Mas telah dihapuskan dan pengembang tidak boleh sewenang- wenang lagi menaikan tarif IPL tanpa mendapatkan persetujuan lebih dulu dengan warga.

“Bahwa PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) telah melakukan perbuatan melawan hukum, serta harus tunduk dan patuh terhadap isi putusan ini,” tambah Agus Hamzah.

Terhadap putusan ini kuasa hukum warga RW 06 perumahan Wisata Bukit Mas, Adi Cipta Nugraha mengaku bersyukur sebab kebenaran sudah ditegakkan.

“Kita bersyukur kebenaran sudah ditegakkan, kita sudah mendapatkan keadilan,.Klausul tentang iuran telah batalkan dan harus dilakukan addendum dengan bermusyawarah bersama warga,” jelas Adi.

Bukan hanya itu saja, Adi juga menghimbau bagi pengembang lain supaya tidak lagi sewenang -wenang dalam memperlakukan warganya,

“Bagi warga yang diperlakukan tidak adil supaya berani menyuarakan kebenaran,” tandas Adi dari Java Lawyer Innternational.

Perlu diketahui, bahwa persoalan antara ratusan warga perumahan Wisata Bukit Mas RW 006 yang diwakili Ir. irwan Yuli Priharto, Neco Setiawan SP, Richard Suleman dan Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya MM serta Tan Khing Liong melawan PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) berawal dari masalah Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL).

Sehingga warga beranggapan pihak pengembang telah melakukan dengan sewenang-wenang menaikan tarif IPL setiap bulannya hingga mencapai jutaan rupiah.

Sedangkan tarif-tarif yang dianggap sewenang-wenang oleh warga RW 006 perumahan Wisata Bukit Mas dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diantaranya,

Berdasarkan Surat No. 001/ESTATE/V/2012 tentang Pemberitahuan Perubahan Tarif Retribusi yang menentukan perubahan tarif sebesar Rp 1.000/M2 yang berlaku tanggal 01 Juni 2012.

Berdasarkan Surat No. 014/ESTATE/V/2013 tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan yang menentukan kenaikan tarif Rp 1.375/ M2.

Berdasarkan Surat No. 009/WBM-ESTATE/XII/2014 tentang IPL yang menentukan kenaikan biaya retribusi tahun 2015 sebesar Rp 1.650/M2.

Berdasarkan Surat No. 067/Warga-Estate/XII/2015 tentang Pemberitahuan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan Wisata Bukit Mas yang menentukan besar biaya Retribusi tarif 2016 sebesar Rp 2.035/M2.

Berdasarkan Surat Nomor 165/ESTATE-WARGA/XII/2016 Tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Wisata Bukit Mas Tahun 2017 yang menentukan besar kenaikan biaya retribusi sebesar Rp 2.200/M2.

Berdasarkan Surat No. 062/Estate-Warga/XII/2017 tentang Pemberitahuan Kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Wisata Bukit Mas Tahun 2018 yang menentukan besar iuran untuk 1 Januari 2018 sebesar Rp 2.310/M2.,@sumber/ow/net/red.

Surabaya, Panjinasional – Hasil proses persidangan putusan gugatan Class Action yang disaksikan puluhan warga perumahan Wisata Bukit Mas RW 006 nampak meluapkan kegembiraanya di luar ruangan sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Senin (20/5/2019).

Sehingga wargapun sempat berfoto foto bersama sambil mengacungkan jempol, karena gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) dikabulkan majelis hakim.

“Mengadili menyatakan menolak konvensi/rekovensi dari tergugat. Mengabulkan sebagian gugatan dari pihak penggugat,” baca Agus Hamzah pada amar putusannya.

Sehingga wargapun sempat berfoto foto bersama sambil mengacungkan jempol, karena gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) dikabulkan majelis hakim.

“Mengadili menyatakan menolak konvensi/rekovensi dari tergugat. Mengabulkan sebagian gugatan dari pihak penggugat,” baca Agus Hamzah pada amar putusannya.

Dalam pertimbangannya, Majelis hakim menyatakan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Wisata Bukit Mas telah dihapuskan dan pengembang tidak boleh sewenang- wenang lagi menaikan tarif IPL tanpa mendapatkan persetujuan lebih dulu dengan warga.

“Bahwa PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) telah melakukan perbuatan melawan hukum, serta harus tunduk dan patuh terhadap isi putusan ini,” tambah Agus Hamzah.

Terhadap putusan ini kuasa hukum warga RW 06 perumahan Wisata Bukit Mas, Adi Cipta Nugraha mengaku bersyukur sebab kebenaran sudah ditegakkan.

“Kita bersyukur kebenaran sudah ditegakkan, kita sudah mendapatkan keadilan,.Klausul tentang iuran telah batalkan dan harus dilakukan addendum dengan bermusyawarah bersama warga,” jelas Adi.

Bukan hanya itu saja, Adi juga menghimbau bagi pengembang lain supaya tidak lagi sewenang -wenang dalam memperlakukan warganya,

“Bagi warga yang diperlakukan tidak adil supaya berani menyuarakan kebenaran,” tandas Adi dari Java Lawyer Innternational.

Perlu diketahui, bahwa persoalan antara ratusan warga perumahan Wisata Bukit Mas RW 006 yang diwakili Ir. irwan Yuli Priharto, Neco Setiawan SP, Richard Suleman dan Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya MM serta Tan Khing Liong melawan PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) berawal dari masalah Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL).

Sehingga warga beranggapan pihak pengembang telah melakukan dengan sewenang-wenang menaikan tarif IPL setiap bulannya hingga mencapai jutaan rupiah.

Sedangkan tarif-tarif yang dianggap sewenang-wenang oleh warga RW 006 perumahan Wisata Bukit Mas dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diantaranya,

Berdasarkan Surat No. 001/ESTATE/V/2012 tentang Pemberitahuan Perubahan Tarif Retribusi yang menentukan perubahan tarif sebesar Rp 1.000/M2 yang berlaku tanggal 01 Juni 2012.

Berdasarkan Surat No. 014/ESTATE/V/2013 tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan yang menentukan kenaikan tarif Rp 1.375/ M2.

Berdasarkan Surat No. 009/WBM-ESTATE/XII/2014 tentang IPL yang menentukan kenaikan biaya retribusi tahun 2015 sebesar Rp 1.650/M2.

Berdasarkan Surat No. 067/Warga-Estate/XII/2015 tentang Pemberitahuan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan Wisata Bukit Mas yang menentukan besar biaya Retribusi tarif 2016 sebesar Rp 2.035/M2.

Berdasarkan Surat Nomor 165/ESTATE-WARGA/XII/2016 Tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Wisata Bukit Mas Tahun 2017 yang menentukan besar kenaikan biaya retribusi sebesar Rp 2.200/M2.

Berdasarkan Surat No. 062/Estate-Warga/XII/2017 tentang Pemberitahuan Kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Wisata Bukit Mas Tahun 2018 yang menentukan besar iuran untuk 1 Januari 2018 sebesar Rp 2.310/M2.,@sumber/ow/net/red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here