Madiun, Panjinasional.net

Membangun desa untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat adalah visi-misi Kades Purworejo Bambang Sumitro,S Sos dalam mengemban amanah jabatan sebagai kepala desa.Kades Bambang Sumitro bertekad akan membangun desanya dengan memanfaatkan penyerapan anggaran baik yang bersumber dari APBD maupun APBN.Sejak menjabat kepala desa 2 periode ini telah nampak kemajuan program pembangunan baik infra struktur/fisik maupun program pemberdayaan masyarakat seperti pembangunan jalan paving/rabat,drainase,talut,penerangan jalan dll.

    Menurut Kades Bambang Sumitro,S.Sos ,Untuk penerimaan program dana desa 2019 ini Desa Purworejo,Kec.Pilangkenceng,Kab.Madiun menerima dana desa 765 juta.Dimana saat ini tahap pertama baru bisa dicairkan 20% nya sekitar 153 juta dan difokuskan buat pembangunan Gedung Olah Raga.Rencananya pembangunan GOR ini memakan biaya sekitar 300 juta.Pembangunan GOR ini diutamakan karena sangat penting sekali fungsinya.

   Dimana GOR ini nantinya mempunyai peran multifungsi yang baik sebagai sarana olahraga maupun berfungsi sebagai tempat pertemuan ( Meeting Room) bagi seluruh masyarakat terutama masyarakat Desa Purworejo.

“Untuk tahap kedua nantinya diperuntukan untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Pemeliharaan sanitasi lingkungan desa,gorong-gorong dll.Dan semua kegiatan pembangunan akan ditangani oleh TPK.Jadi tiap kegiatan ada TPK nya sendiri-sendiri.Dan sebagai Ketua TPK desa dipegang oleh Agus,” terang Kades Bambang Sumitro.”Kami akan berusaha mengangkat semua potensi desa yang ada seperti potensi pertanian dan peternakan,pembuatan pupuk organik/bokasi,produk makanan olahan dan batik tulis.Kami punya visi-misi yaitu SEJAHTERA UNTUK SEMUANYA.Dalam artian tetap berusaha mensinkronkan dengan program -program pemerintah yang amanah,mandiri dan beraklaq ,”tegasnya.

    Kepada awak media Kades Bambang menyampaikan harapannya kepada pemerintah atas pencairan program dana desa ini yaitu:”Saya selaku kepala desa mengucapkan terimakasih bahwasannya untuk dana-dana ini bisa cair dengan lancar.Dan kedepannya harapannya paling tidak ada pelatihan-pelatihan/bimtek  dalam pengelolaan keuangan yang sangat jelas.Sehingga dalam proses penyerapan dana desa sampai pelaksanaannya selesai tidak ada kendala dan permasalahan.Sehingga bisa optimal penyerapannya karena tidak ada masalah dalam pembuatan SPJ nya,”. (Warti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here