Sumenep, Panjinasional.net – Proyek Pembangunan saluran drainase yang berlokasi di Dusun Nong Pote Desa Pragaan daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, dengan leading Sektor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP dan CK) Kabupaten Sumenep, mulai mendapatkan sorotan dari publik.

Berdasarkan prasasti yang dipasang, proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2018 dengan nilai Kontrak sebesar Rp. 136.475.000 juta rupiah, dengan nama pelaksana CV SATU HATI.

Pantuan media Panjinasional.net di lapangan, proyek pembangunan saluran drainase yang dikerjakan oleh CV. SATU HATI tersebut saat ini kondisi fisiknya sudah mulai rusak bahkan ada sebagian bangunannya sudah mulai ambruk.

Menurut Informasi dari sumber yang di percaya yang namanya enggan dipublis, proyek pembangunan saluran drainase yang posisinya tepat di depan rumah Kepala Dusun Nong pote Desa Pragaan daya tersebut masih berumur kurang lebih sekitar 8 bulan.

“Kalau gak salah bulan September tahun 2018 yang lalu, proyek tersebut sudah rampung mas dan kebetulan kontraktornya warga desa pragaan daya juga, tapi kondisi bangunanya sudah ada yang mengelupas dan retak-retak bahkan ada bagian bangunan lainnya yang sudah ambruk,” kata sumber kepada pewarta Sabtu (11/05) di kediamannya.

Padahal, lebih lanjut sumber menuturkan, saluran drainase tersebut hanya berfungsi untuk menampung air hujan dari permukiman warga sekitar, sehingga sangat tidak wajar jika proyek yang sudah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah tersebut cepat rusak.

“Jika penyebab ambruknya bangunan saluran drainase tersebut karena faktor alam saya pikir itu sangat mustahil, sebab saluran tersebut hanya berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan dari rumah warga ketika musim hujan saja, pada saat cuaca cerah atau tidak hujan maka saluran drainase itu kering tidak ada genangan air di dalam saluran drainase itu,” sambung sumber.

“Jadi menurut analisa saya, bangunan saluran drainase tersebut ambruk (cepat rusak) diduga pada saat pelaksanaannya tidak di sesuaikan dengan spesifikasi teknisnya (RAB), terutama pada saat proses pencampuran semen dan pasirnya itu tidak mengacu pada RAB nya.” Imbuh sumber tersebut.

Disisi lain Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP dan CK) Hery Kushendrawan., ST. MT, saat ditemui di ruang kerjanya oleh Wartawan yang tergabung dalam Tim 16 belum bisa memberikan keterangan kepada pewarta, dengan alasan pihaknya tidak mengetahui secara detail kegiatan pembangunan saluran drainase tersebut.

Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pejabat Pemberi Komitmen (PPK) yang lama dan juga Kabid yang sudah di mutasi, karena pihaknya tidak tahu pasti lokasi kegiatan dan juga spek dari kegiatan pembangunan saluran drainase di dusun Nong pote, Desa Pragaan daya tersebut.

“Terima kasih Informasinya, saya akan koordinasikan dulu dengan PPK dan Kabid yang lama dulu dan, saya juga akan memerintahkan Staff saya untuk mensurvei dulu ke lapangan, nanti kalau sudah selesai di survei baru kami bisa menganalisa penyebab dari ambruknya bangunan saluran drainase di desa pragaan daya tersebut,” kata Hery biasa disapa kepada pewarta Senin (13/05) di ruang kerjanya.

Namun ketika disinggung kapan kira-kira Wartawan bisa mendapatkan keterangan secara detail terkait dengan persoalan/penyebab ambruknya proyek pembangunan saluran drainase di Dusun Nong pote, Desa Pragaan daya..! Sayang dia tidak bisa berjanji kepada pewarta dengan alasan takut salah atau ingkar janji.

“Saya tidak bisa berjanji kapan waktunya, tapi saya akan secepatnya, akan kami Informasikan ketika sudah selesai dilakukan survei kelapangan,” janjinya.@ (dar/qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here