Wartawan Panjinasional usai lakukan konfirmasi bersama Kapolsek Ngantang

Malang, www.panjinasional.net

Peristiwa tragis misteri kematian Ema Krisnawati gadis berusia (31 Th) warga desa Ngantang Kab, Malang, yang disebabkan akibat racun insektisida obat serangga di rumah pacarnya pada malam hari 24 Februari 2019, atas kejadian tersebut keluarga meminta keadilan atas penyebab kematian dan meminta agar pihak yang berwajib mengusut tuntas masalah ini, 

Kedua orang tua Ema Korban minum racun

Keluarga sangat shock dengan meninggalnya Ema ( alm ) dan sampai saat ini penyebab kematiannya masih jadi tanda tanya besar, dibunuh atau murni bunuh diri, ungkap pihak keluarga pada awak Panjinasional.

Upaya pengusutan keluarga korban tersebut akan membawa kasus ini ke Polda Jatim untuk melaporkan dan meminta Autopsi ulang, agar kematian Ema Krisnawati (31Th) bisa jelas apa akibat meniggalnya.

Ema gadis cantik korban minum racun

Menurut keterangan ibu korban, Ema (alm ) sebelum meninggal sempat ada cekcok mulut dengan pacar korban atas nama Kuseman ( pedagang durian) pada siang harinya dan Ema mendatangi rumah pacar korban pada malam harinya sekitar pukul 19.00wib dalam keadaan sehat.

Sekitar pagi dini hari pukul 03.00.wib dikabari oleh Kuseman pacar korban kalau

Ema (alm) mengalami kritis dengan mulut berbusa sedang dalam perawatan di Klinik Rawat Inap “Kusuma Husada”, kecamatan Ngantang.

Sedangkan keterangan kakak korban Widodo ( 47Th), sekitar pukul 04.00.wib pagi hari sudah mendapati Korban tidak bernyawa di klinik “Kusuma Husada” dan dinyatakan sudah meninggal pukul.05.00 wib dengan diagnosa Gagal Nafas CC intoksirasi insektisida.

Pada saat itu Pihak keluarga juga sempat menghubungi dan melaporkan kasus tersebut di Polsek Ngantang, namun sampai sekarang belum ada kejelasan penyebab kematian Ema.

Untuk itu Widodo kakak korban sempat menanyakan ke pihak Polsek bagaimana perkembangan kasusnya dan dijawab sedang menunggu hasil visum serta hasil Labfor Polda Jatim.

Perkembangan kasus kematian Ema sampai saat ini hanya sekali diberi surat pemberitahuan perkembangan perkara pada tanggal 27 Februari 2019 padahal sampai berita ini dimuat, sudah 50 hari berjalan belum ada titik terang penyebab kematiannya.

Ketika awak media ini menghubungi penyidik Bripka Suhardi lewat selulernya 08124975xxxx ia mengatakan masih menunggu hasil visum Labfor Polda Jatim dan hasilnnya akan segera di gelar habis Pemilu, ungkapnya.

Dalam keterangan di kantornya bersama wartawan serta keluarga korban, AKP. H.Moch Lutfi  S.H.Msi ( Kapolsek Ngantang ) di dampingi Kanit Reskrim beserta jajaranya berjanji akan segera mengelar perkara ulang atas kematian almarhum “Ema Krisnawati setelah hasil Otopsi dari Labfor Polda Jatim turun dan akan segera memberikan keterangan resmi apa motif sebenarnya dibalik kematian korban.

“Terutama akan mengembangkan kasus tersebut dengan memanggil saksi saksi untuk dimintai keterangan dari sebelum korban sampai meniggal akibat racun insektisida” ujar Kapolsek.

Kalau perlu kami akan mendatangkan dokter forensik yang memeriksa Ema Krisnawati (Alm) biar dokter yang akan menjelaskan secara terbuka kepada keluarga korban.

Kapolsek Ngantang AKP. H.Moch Lutfi juga akan menindak apabila ada anggota yang tidak profesional dalam menangani kasus tersebut,karena ini menyangkut nyawa, ungkapnya dengan tegas Pada seluruh jajarannya.

Dalam waktu yang berbeda Kapolsek Ngantang memberikan keterangan kepada pihak keluarga terkait hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jatim di ruang pertemuan Rumah Sakit Hasta Brata Kecamatan Batu kota Batu (9/5/2019), katanya Kematian Ema Krisnawati (31Th) tidak ada unsur kekerasan.

     Pernyataan tersebut di perkuat oleh Dr.Rehan ( Dr.forensik Rumah Sakit Hasta Brata kota Batu).

Hasil pemeriksaan dan analisa mengacu pada,

1).tanda – tanda luka pada tubuh tidak ditemukan perlawanan kedua belah pihak

2).Bibir luar, kuku, serta selaput mata ada timbul bintik bintik

3).Kekurangan oksigen.

4).Test darah, urine serta zat yang terkandung pada lambung korban.

Semua hasil pemeriksaan sudah dikaji secara detail dan menyimpulkan bahwa korban meminum racun insektisida .

     Menurut keterangan keluarga korban, saya tetap minta pertanggungjawaban dan keadilan, karena Ema minum racun di rumah kekasihnya dan barang tersebut terbukti milik Kaseman kekasih korban, pastinya ada rencana dan ada niat, kata keluarga Ema dengan emosional.

Mengingat sebelum Ema meninggal ada tekanan dari kekasihnya,bahkan Kaseman sangat temperamental, makanya Saya tidak terima dengan kematian anak saya Ema dan tetap akan meminta keadilan, ucap ibu korban dengan nada haru.

     Ayah korban Supriyadi juga meminta agar sidik jari yang menempel dikaleng Insektisida serta alat lainya segera di periksa, Saya akan tunggu hasil gelar perkara ulang agar motif meninggalnya Ema terang benderang, kami bersama pengacara akan meneruskan kejadian tersebut ke Polda Jatim.

      Karena penyebab kematianya sangat jangal dan meninggal dirumah kekasihnya, bahkan racun tersebut milik kekasihnya. Kata sang ayah korban (Dwi/Ags/Team)  Bersambung……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here