Kades Tegas Suharto berupaya mendamaikan kedua pihak di rumah Erfandi

Sumenep, Panjinasional, Kasus pengusiran terhadap awak media terjadi lagi di balai desa Kalianget Barat kabupaten Sumenep, kamis,(9/5), kali ini dialami Erfandi, alia encung, “wartawan penarakyat”.

Menurut keterangan Encung kepada (tim 16),
Persoalan itu terjadi setelah kami melakukan konfirmasi tentang Revisi DPM Rastra Tahun 2019, yang diajukan oleh desa kalianget barat, dikarenakan masyarakat Desa kalianget barat, masih banyak warga miskin dan Janda Lansia yang belum tersentuh oleh Bantuan Sosial (Bansos) PKH dan Bansos Rastra Tahun 2018-2019.” Sambung erfan.

karena saya gagal konfirmasi terpaksa kami keluar dari ruangan balai desa tersebut, dan sesampainya diparkiran, gak tahu persoalannya apa…?,
Rendi yang sedang berada di aula balai desa tahu tahu berteriak melontarkan kata kata yang tidak menyenangkan.

” Kok gak di usir orang seperti itu, kok diterima kamu tin, orang itu gak tau apa, orang bengkel jadi wartawan,” dengan menggunakan bahasa Madura, ‘”Mata’ e oje oreng enga’jeria, ma’ Deddi etarema be’na tin, je’ jeria tak Tao apa, je’ oreng bengkel Deddi wartawan,” ucap Rendi sambil berteriak-teriak.

Tegas Suharto, Kades Kalianget Barat kabupaten Sumenep, “Terkait sikap arogan Rendi perangkat desa kami, demi terjalinnya hubungan yang baik antar pemerintahan desa dengan wartawan dan Masyarakat desa setempat, atas nama kepala desa Kalianget barat, berusaha untuk melakukan perdamaian antara dua pihak dirumahnya Erfandi, yang juga warga desa Kalianget barat Kamis,(9/5) seusai sholat tarawih”.

Tapi sangat disayangkan upaya dan harapan kepala desa di abaikan oleh Sikap Rendi yang terkesan tidak menghormati kadesnya, sebab Rendi masih tidak bersedia untuk didamaikan, walaupun setelah keduanya di suruh berjabat tangan oleh Suharto, yang di saksikan oleh dua wartawan yang juga sebagai Putra daerah kalianget./@sumber Hartono/red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here