Sosialisasi gerakan masyarakat cerdas gunakan obat oleh Mexsi Mutia Rissa, S.Farm, Apt, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Klinis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. (Foto Affan)

YOGYAKARTA – Panjinasional.net

Pascasarjana Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta gelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan obat dan narkoba di kalangan pelajar.

Kegiatan bertemakan “Kami Generasi Millenial Menolak Penyalahgunaan Obat dan Hebat Tanpa Narkoba” diikuti 35 siswa SMK  Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Rabu (17/4/2019) siang.

Pada kesempatan itu mereka juga dibimbing Dr. rer nat. Endang Dermawan, M.Si, Apt (Kaprodi Profesi Apoteker UAD), Gatot Sugiharto, SH, MHum (BNN dan dosen UAD), Machfudz Eko Arianto, S.KM, M.Sc (dosen FKM UAD).

Sosialisasi gerakan masyarakat cerdas gunakan obat dilakukan Mexsi Mutia Rissa, S.Farm, Apt, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Klinis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan juga selaku Master AoC Rokan Hulu, Riau, yang menyoal generasi millenial antinarkoba.

Dikatakan Mexsi Mutia Rissa, generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang sangat penting bagi agama, bangsa dan negara.

“Majunya sebuah bangsa dan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku generasi muda,” kata Mexsi yang menambahkan era globalisasi dan perdagangan bebas sangat banyak sekali pengaruh dari luar di antaranya penyalahgunaan narkoba.

Untuk itu, generasi Islam — khususnya remaja — harus siap menghadapi pengaruh-pengaruh yang tidak sesuai dengan syariat Islam. 

Bagi Mexsi, kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. 

“Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas, namun yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas sehingga merugikan masa depan bangsa,” ujar Mexsi yang menambahkan merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. 

Berdasarkan data BNN, seperti disampaikan Gatot Sugiharto, SH, MHum (BNN dan dosen UAD), tercatat 40 orang pemakai narkoba meninggal dunia. 

 “Dan peredaran narkoba di lndonesia sudah termasuk dalam kategori mengkhawatirkan,” terang Gatot. 

Bagi Gatot, setidaknya ada 4 juta korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia dan hanya sekitar 18 ribu yang direhabilitasi atau sekitar 0,47 persen dari total korban penyalahgunaan narkoba. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here