santri korban penganiayaan

Panjinasional, Gresik 15/4/2019,

Kembali dunia pendidikan dan anak di Gresik tercoreng, karena kelakuan 12 santri pondok Darul Taqwa 3 yang diduga telah melakukan hal yang sangat keji dan tidak berprikemanusiaan, wartawan pun melalukan wawancara kepada korban yang saat itu didampingi oleh orang tuanya, kepada Awak Panjinasional korban pun bercerita ..

Berawal dari adanya salah satu santri yang kehilangan uang sekitar bulan juni tahun 2018 yang lalu, salah satu santri yang bernama Muhamad Guruh Aji Ramadhan atau Aji ( korban ), dipanggil oleh salah satu ustadz atau gus yang bernama Gus Yunus memanggil dan memaksa korban untuk mengakui, bahwa korban mencuri uang..malahan Gus Yunus sempat bilang kalau korban mengakui perbuatannya, maka Gus Yunus akan melindungi korban.

Namun, Korban yang merasa tidak mencuri jelas tidak mau mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan..setelah selesai ditanya korban langsung pamit bereskan barangnya karena hendak siap-siap pulang liburan, namun saat hendak bersiap korban bertemu dengan salah satu pelaku ( yang berinisial Aa ) dan pelaku langsung melakukan pemukulan di perut sambil berkata

“Ternyata kamu yang mencuri” pada saat itu datang salah satu ustadz yang bernama ustad Zainul yang kemudian menggeret korban ke bawah dan tetap memaksa korban untuk mengakui, bahwa korban mencuri uang, dan ustad zainul sempat menampar pipi korban sebanyak 4 kali.

Pada saat sebelum kembali ke atas, korban sempat bertanya, gimana kalau saya dipukul anak-anak, ustad zainul dia tidak tahu.

Setelah itu korban kembali bereskan barangnya dan sholat subuh, namun kembali ada santri berinisial IM  yang datang dan melakukan pemukulan dan terus semakin banyak santri yang berdatangan turut memukul ( sebanyak 12 orang ), hingga korbanpun jatuh pingsan karena korban saat itu tengah berpuasa dan tidak sempat melawan ataupun melarikan diri korban hanya sempat mengaduh kesakitan,

Kejadian pengeroyokan dan penganiayaan yang terkesan main hakim secara beramai-ramai itu banyak yang melihat, namun semua diam dan bergegas menghindar, seakan mereka persiap pulang, hingga bapak korban datang dan menolong korban membawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik.

Sementara bapak korban yang berprofesi sebagai pekerja ojek online sangat menyayangkan sekali anaknya yang dipondokkan di pondok Darul Taqwa 3 mengalami hal yang sangat buruk, seperti di jalanan, ada beberapa anak yang datang dan meminta maaf juga ada salah satu ustad ( Azis ) yang datang dan meminta kepada orang tua korban untuk berdamai  agar tidak melaporkan hal ini kepada yang berwajib dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Damai yang bagaimana ? Anak saya ini butuh keadilan dan biaya yang sangat besar, minta perdamaian minta dicabut,..saya bilang gampang saja tapi prosesnya bagaimana ? ” ujar cak mus panggilan akrab nya ..

“Karena saya tidak mendapatkan kepuasan dari proses hukum ini, begitu pula para pelaku tidak ditahan, apalagi ada pelaku yang terbilang dewasa, hanya melakukan absensi tiap hari senin dan kamis, terus diverbalya juga gagal karena hanya ada ganti rugi sebesar 35 juta, sedangkan biaya pengobatan anak saya selama ini sudah habis 125 juta, karena mata anak saya sakit bahkan bisa cacad permanen, kepala pun masih sering sakit” cerita cak mus panjang lebar..

Sangat disayangkan sekali santri pondok yang seharusnya bisa jadi panutan ini malah tega berbuat keji..

Saat di konfirmasi melalui whatsapp oleh wartawan, 2 orang ustadz malah memblokir whatsapp wartawan dan yang lain memberikan no hp penasehat hukum para pelaku Idhang Kholik SH. Namun sampai berita ini diturunkan penasehat hukum para pelaku belum bisa dikonfirmasi.,@Er

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here