Surabaya, Korban bernama Tegar Alivian Rizki Sefani (16) seorang Bonek asal Jember yang tewas karena jatuh saat menumpang truk trailer nopol L-8507-UU di Jalan Kendung, Sememi, Benowo, Surabaya, baru pertama kali datang untuk ‘Mbonek’ dan melakukan perjalanan untuk menyaksikan laga Persebaya Surabaya.

Hal itu disampaikan Kafin (15), salah satu teman dekat korban yang ditemui TribunJatim.com di ruang tunggu penyidikan Kantor Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Jalan Dukuh Kupang Bar. XVI, Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Surabaya, Selasa (9/4/2019).

Kafin mengaku lama kenal dengan korban dan sempat satu sekolahan dan satu pondok pesantren di Ponpes Darussalam Blokagung, Banyuwangi.

Kafin mengaku berangkat Mbonek dari Banyuwangi bersama dua temanya, Azizi dan Tegar korban kecelakaan itu.

Kafin mengaku, dirinya dan korban baru pertama kali datang ke Surabaya.

“Kami baru pertama kali datang ke Surabaya,” katanya.

Momen laga sengit Derbi Jatim Final Piala Presiden 2019 antara Persebaya VS Arema FC, diakui Kafin, menjadi daya tarik mereka untuk ‘Mbonek’ jauh-jauh dari Banyuwangi.

“Dan dia juga baru pertama kali Mbonek ke Surabaya,” lanjutnya.

Mereka berdua terbilang gemar menonton sepakbola di stadion.

Dan sebelum datang menyaksikan laga tersebut, beberapa kesempatan yang lalu keduanya juga pernah menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion.

Menurut Kafin, terakhir kali mereka berdua melihat pertandingan Klub Persatuan Sepak Bola Banyuwangi (Persewangi) saat bertandang ke stadion di Ponorogo.

“Kalau nonton bola ya pernah, tapi yang dekat-dekat pas Persewangi main di Ponorogo,” tuturnya.

Kafin tak menyangka pengalaman pertamanya datang ke Surabaya untuk Mbonek, ia harus kehilangan seorang teman.

“Saya gak nyangka dia pergi begitu cepat,” kata Kafin.

“Suka bercanda juga. Dia juga pemberani, pokoknya jadi panutan,” ujarnya.

Pergi Tanpa Izin.

Dia melanjutkan, sepanjang yang dia tahu, korban berangkat ke Surabaya tanpa sepengetahuan pihak Ponpes tempatnya menuntut ilmu.

Dia kelaur kompleks ponpes dan berangkat ke Surabaya pukul 22.00 WIB, Senin (8/4/2019)

“Dia gak izin, tapi langsung berangkat keluar pondok,” katanya.

Mengetahui hal itu, Kafin mengaku tak bisa berbuat banyak.

ia menganggap, hal itu sudah menjadi keputusan temannya untuk berangkat ‘Mbonek’..@/Harno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here