Ismail, salah satu pengrajin batik pamekasan

Pamekasan, Panji nasional.

Merasa hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan, salah satu pengrajin batik asal Pamekasan pertanyakan Dana hibah untuk para pengrajin batik yang tiba-tiba diduga hilang tanpa jejak, Kamis.(04/04/2019)

Dana Hibah yang diketahui jumlahnya mencapai hingga 500 juta rupiah tersebut merupakan bantuan yang diberikan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

“Ini bantuan dana hibah yang dari SBY dulu untuk masyarakat pembatik di daerah pasar 17 agustus sampai saat ini tidak diketahui ada dimana,”ungkap Ismail Pengrajin Batik asal Desa Klampar Pamekasan

Diketahui pada saat itu yang menjadi kordinator para pengrajin batik merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai PPP Masykur Rasyid
“Itu ketuanya dulu pak haji Masykur,”tambahnya

Bahkan dirinya mengaku curiga uang 500 juta tersebut diduga digunakan untuk mencalonkan dirinya maju menjadi anggota legislatif

“Apakah mau dibuat calon lagi atau kemana lah larinya uang tersebut,”ucap Ismail saat ditemui oleh awak media

Selain itu pihaknya juga mengaku diiming imingi akan dibentuk koperasi untuk para pembatik yang ada. “Sedangkan koperasinya saya cari cari tidak ada,”tutupnya

Saat hendak di Konfirmasi Via Whatsapp Masykur Rasyid tidak memberikan komentar apapun,@rozy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here