BANTUL – Panjinasional

Memasuki era disrupsi, berbagai macam pekerjaan yang ada saat ini ke depan akan hilang dan akan diganti jenis pekerjaan lain.

Untuk hadapi era disrupsi itu kita perlu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan kreatifitas serta inovasi perlu mendapat prioritas dan perhatian.

Hal itu disampaikan Prof Dr Sutrisno dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada acara wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di Hall A Gedung Jogja Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti Banguntapan, Bantul, Sabtu (23/3/2019).

Menurut Sutrisno, usai diwisuda janganlah berhenti belajar. “Tapi harus memiliki kehidupan yang berkemajuan,” tandas Sutrisno, yang menyinggung soal Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Pada kesempatan itu, Sutrisno mengapresiasi prestasi UAD Yogyakarta yang sudah memasuki International Recognation sebagai universitas yang dikenal dunia. Juga ucapkan selamat atas keberhasilan dan prestasi UAD salah satu dari 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia di kancah internasional.

Bagi Sutrisno, wisudawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) harus memiliki jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan. “Juga keberanian untuk memunculkan ide-ide baru di berbagai sektor kehidupan,” papar Sutrisno yang menambahkan ide-ide baru itu akan menunjang karir dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Dikatakan Sutrisno, wisudawan-wisudawati juga harus terus belajar menjadi insan pembelajar.

Sutrisno juga mengamati, dari waktu ke waktu perjalanan UAD Yogyakarta semakin cepat dan semakin memperoleh kepercayaan masyarakat. “Apalagi dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik,” tandas Sutrisno.

Ketua Senat yang juga Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum atas nama seluruh warga UAD Yogyakarta mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan studinya. “Dan memperoleh gelar kesarjanaan salah satu dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia,” kata Kasiyarno, yang sampaikan prestasi wisudawan dan juga ucapkan terimakasih kepada orang tua atas kepercayaan kepada UAD Yogyakarta untuk mendidik dan mengantarkan putra-putrinya menjadi sarjana muslim.

Kasiyarno menjelaskan, UAD Yogyakarta setiap tahunnya mewisuda tiga kali. Dan wisuda kali ini diikuti 884 orang wisudawan terdiri dari 771 (S1) dengan IPK rata-rata 3,35 dan 113 (S2) dengan IPK rata-rata 3,64 dan ada 270 wisudawan berhasil cumlaude atau 31 persen.

Hingga sekarang UAD Yogyakarta telah meluluskan 1.544 Program Pascasarjana dengan alumni sebanyak 46.494 orang.

Wisudawan S1 dengan kelulusan tercepat 3 tahun 5 bulan 15 hari diraih Lina Wati Ningsih (IPK 3,96) dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Dan wisudawan termuda adalah Adelia Zelika (IPK 3,75) dari Prodi S1 Teknik Kimia yang berusia 20 tahun 1 bulan 11 hari.

Wisudawan terbaik diraih Bhekti A’irul Fiqih dari Prodi Manajemen (IPK 3,97) dan Hanifah Zahro dari Prodi Teknik Kimia (IPK 3,97) yang meraih medali emas dalam lomba Festival of Innovation on Green Techology (Ifinog) dan Best Ecofriendly. Selain itu, wisudawan terbaik lainnya adalah Lina Wati Ningsih dari Prodi Ilmu Komunikasi (IPK 3,96), Aji Ridho Pangestu dari Prodi Teknik Kimia (IPK 3,95) dan Sri Lestari Kurniawati dari Program Pascasarjana Magister Farmasi (IPK 3,93).

Di depan wisudawan dan wisudawati, Rektor UAD Yogyakarta Dr H Kasiyarno, M.Hum berharap ketika berhasil selesaikan studi punya bekal ilmu yang cukup untuk mengarungi hidup.

“Kalau ingin sukses tidak akan menyerah dalam usaha, tidak terlalu tergiur kepada gaji, tapi yang terpenting adalah tantangan yang hebat,” kata Kasiyarno.

Rektor UAD Yogyakarta juga berharap kepada wisudawan-wisudawati jangan suka dipuji sebagai sarjana. “Tapi bisa berkarya atau berbuat untuk diri sendiri dan orang lain,” tandas Kasiyarno. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here