Sumenep, Panjinasional.net

Ada beberapa generasi yang muncul dalam 100 tahun terakhir, dari generasi yang disebut Baby Boomer sampai generasi alpha. Setiap generasi mempunyai karakter dan komunikasi yang berbeda dan mempunyai cara tersendiri untuk melakukan kegiatan sehari-hari baik dalam lingkungan kerja yang disukai, kewajiban kerja dan etika kerjanya. Perubahan generasi ini merupakan suatu metamorfosis perkembangan generasi sebagai tuntutan zaman yang dilaluinya sebagai trend gaya hidup pada suatu generasi. 

Dari generasi ke generasi tentunya mempunyai pola pikir dan kebutuhan yang berbeda. Sebut saja pada generasi X, generasi yang lahir pada rentang tahun 1961-1980 lebih suka berkomunikasi empat mata dibandingkan melalui telpon, tidak suka berbasa-basi, dan lebih kearah formal. Berbeda dengan generasi Z, generasi yang lahir pada rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 ini disebut dengan generasi net atau generasi internet. Generasi ini mempunyai pola pikir yang cenderung serba ingin instan, tidak mandiri namun mempunyai pola pikir yang terbuka, multi tasking dan mampu mengakses informasi dengan cepat walaupun informasinya masih diragukan ke validannya, maka dari itu di era generasi Z ini muncul kata hoax sebagai sebutan bagi informasi yang mengambil dari nara sumber yang tidak valid. 

Setiap genarasi ini tidak lepas dari peran pendidikan, maka untuk menyikapi hal ini pemerintah terus mengeluarkan regulasi tentang sistem pendidikan, semisal UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. UU No.14 Tahun 2005 ini menyebutkan tentang guru sebagai pendidik profesional yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan pembangunan nasional, dimana guru dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman yang semakin berkembang pesat. Untuk itu dunia pendidikan membutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang disebut profesional itu. 

Guru harus bisa mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didiknya, guru yang lahir dari generasi X penting sekali mengetahui perilaku generasi Z agar nanti dalam melaksakan profesinya sebagai guru profesional bisa masuk pada dunia peserta didik. Generasi Z dikenal sebagai karakter yang lebih tidak fokus, tapi lebih serba serbi; lebih individual, lebih global, berfikiran lebih terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan dan tentu saja lebih ramah teknologi. Dan disinilah tantangan guru sebagai generasi X yang harus beradaptasi dengan generasi Z. 

Guru sebagai generasi X harus bisa berbenah diri dan bisa open minded terhadap segala perubahan zaman, guru harus belajar sungguh-sungguh agar bisa mumpuni tentang pelajaran yang diampu, menguasi teknologi digital, memiliki pengetahuan dan perilaku yang lebih bermoral sebagai teladan bagi anak-anak di sekolah. Dan juga yang lebih penting guru harus mengikuti perkembangan digital anak, karena mayoritas generasi Z ini semuanya punya rekam jejak digital, guru bisa mengikuti rekam jejak digital siswa dengan berperan aktif dalam aktivitas digital siswa, seperti komentar dan like facebook, streaming dan nonton bersama via youtube, pembelajaran via Whatsapp, dan chat pribadi di Whatsapp sebagai konsultasi psikologis siswa. 

Dengan mengikuti rekam jejak digital siswa, guru bisa mengidentifikasi aktivitas dan keinginan siswa. Sehingga siswa lebih tertarik dan lebih masuk ke dunia siswa, guru harus bisa lebih berkompeten untuk menciptakan inovasi baru dalam pembelajaran semisal gambar animasi, penugasan online, dan grup online yang membahas tentang pembelajaran, jangan lupa selalu sisipkan pengetahuan baru disetiap pembelajaran bisa berupa humor, drama atau cerita pendek, karena generasi Z ini selalu haus akan informasi-informasi yang baru. 

Nah, disinilah tantangan menjadi guru di era generasi Z ini, era digital dan era terbuka, pendek kata, mejadi guru di era generasi Z ini harus bisa memahami perkembangan prilaku anak, memahami digitalisasi internet serta menginovasi digitalisasi menjadi pembelajaran.@ (*/red. Penulis  Oleh : Akhmad Said Hidayat. S. Pd. SD
Guru SDN. Aenganyar I Kec. Giligenting, Kab. Sumenep

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here