Pengurus KWG saat memberikan bantuan kepada nenek Kasmuah

Gresik Panjinasional : 

Setelah viral di media sosial beberapa hari yang lalu, akhirnya perwakilan pengurus dan anggota Komunitas Wartawan Gresik (KWG) mengunjungi rumah nenek Kasmuah (71) yang hidup sebatang kara, warga Rt 03 Rw 01, di Desa Lowayu Kecamatan Dukun, Kamis (14/03/2019). Kedatangan rombongan KWG ke rumah nenek Kasmuah dalam rangka memberikan bantuan untuk meringankan beban nenek malang yang lepas dari perhatian pemerintah.

Ketua KWG M.Syuhud Almanfaluty mengatakan, bantuan yang diberikan KWG kepada nenek Kasmuah, selain sejumlah uang, juga sembilan bahan pokok (sembako), mulai beras, minyak goreng, telor, mie instan dan juga makanan siap saji seperti roti, susu.

” Kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian sosial KWG yang selama ini konsent dalam membantu kepentingan sosial. Tidak hanya kepada nenek Kasmuah, kami juga melakukan kegiatan sosial seperti pemberian santunan kepada yatim piatu, janda tak mampu, dhuafa’ dan masyarakat kurang mampu lain ” ungkapnya. 

” Kebetulan saat ini adalah momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019, yang dilakukan KWG ” tambah Shuhud.

Hal senada juga dikatakan M.Sugeng selaku anggota KWG, setelah di klarifikasi kepada nenek Kasmuah, maupun Ketua Rt 03 Rw 01, Jupri. Mereka mengaku, nenek Kasmuah benar luput dari perhatian pemerintah.

” Hampir puluhan tahun nenek ini tak pernah dapat bantuan, baik program keluarga harapan (PKH), beras masyarakat miskin (Raskin), kartu Indonesia sehat (KIS), bedah rumah maupun bantuan lain ” ujarnya.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Rt 03 Rw 01 Desa Lowayu Kecamatan Dukun, Jupri membenarkan, kalau nenek Kasmuah tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik Raskin, PKH KIS dan bantuan lain, terlebih bedah rumah.

” Bantuan seperti itu tak pernah dapat Mas,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Lowayu, Dukun M. Yato membantah kalau Nenek Kasmuah tak pernah mendapatkan bantuan. Bahwa nenek Kasmuah telah mendapat santunan janda dan KIS.

” Saat ini kami juga telah mengajukan bedah rumah tak layak huni terhadap 85 rumah warga. Tapi kami belum tau berapa nanti yang akan di-Acc oleh pemerintah ” pungkasnya.

Dari data yang diketahui, tercatat hingga akhir tahun 2018, angka kemiskinan di Kota Pudak masih mencapai 168 ribu jiwa atau sekitar 12,89 persen dari kisaran jumlah penduduk Gresik 1,4 jiwa. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here