YOGYAKARTA – Panjinasional.net

Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kemarin menghadiri Seminar Nasional dan Silaturahmi Wilayah BEM PTM Zona 4 Jateng-DIY di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pekalongan, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 7-9 Maret 2019 dengan tema “Peran Gerakan Mahasiwa Sebagai Pilar Kelima Demokrasi dalam Menghadapi Isu Reformasi Agraria di Indonesia” menghadirkan Haris Setiawan (aktivis agraria), H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP (Gubernur Jawa Tengah), dan Fadli Hudaya, SEI, M.Si (Dosen Ekonomi Islam STIE Muhammadiyah Pekalongan).

Sebanyak 50 orang peserta terdiri dari Presma, Menlu dan anggota Kemenlu UAD serta para Presma, Wapresma, Menlu, perwakilan dari setiap kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jateng dan DIY. 

Seminar Nasional dan Silatwil yang diadakan BEM STIEM Pekalongan didukung berbagai  BEM PTM yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Silatwil ini adalah forum tertinggi di tingkat wilayah. Dan hal ini merupakan salah satu upaya dalam menciptakan kemajuan BEM PTM.

Pada kesempatan itu, UAD Yogyakarta kembali terpilih menjadi Presidium Nasional BEM PTM Zona 4 Jateng-DIY untuk ketiga kalinya.

“Alhamdulillah, kita dipercaya untuk mengemban amanah yang sangat luar biasa,” kata Luqman Abdurrahman, Presiden BEM UAD, Senin (11/3/2019), didampingi Kementerian Luar Negeri

BEM UAD Kabinet Pembara

periode 2018/2019.

Ditambahkan Luqman, hal itu juga berkat regenerasi yang telah dititipkan dari periode sebelumnya. “Semoga kegiatan ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, namun harus ada follow-upnya,” kata Luqman. 

Luqman berharap, ke depan bisa terwujud kestabilan bagi para pejuang mahasiwa yang selalu menjadi tali penyambung lidah masyarakat dan juga menjadi penyeimbang antarrakyat dan pemerintah. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here