????????????????????????????????????

Gresik – Untuk mengejar ketertinggalan dalam pencapaian sukses meraih nilai A pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan berguru ke Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, dalam berguru SAKIP Bupati Muara Enim Achmad Yani memimpin langsung kunjungannya ke Kabupaten Gresik pada Selasa (5/3/2019).

Bupati juga membawa ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim beserta rombongannya untuk belajar tentang manajemen PKK di Kabupaten Gresik yang juga banyak mendapat penghargaan Nasional.

Rombongan pejabat dari Kabupaten Muara Enim tersebut diterima Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gresik yang lain beserta Ketua TP PKK kabupaten Gresik Ny. Maria Ulfa Sambari.

“Kami datang ke Kabupaten Gresik ini untuk belajar lebih jauh agar menjadi baik. Kalau SAKIP kami sebelumnya mendapat nilai BB atau B gemuk. Semoga dengan belajar ke Kabupaten Gresik tahun depan nilai Sakip kami menjadi A. Tolong saya yang baru menjabat Bupati ini diberi kunci-kuncinya agar kami menjadi baik,” tambah Achmad Yani yang menjadi Muara Enim sejak tahun 2018.

Saking seriuasnya keinginan Achmad Yani. Bupati yang diberangkatkan dari Parta Demokrat ini meminta agar Pemkab Gresik mau ber MoU dengan Pemkab Muara Enim.

“Kami ingin meniru seluruh aplikasi yang digunakan Pemkab Gresik, ingin belajar tentang e-gov, keuangan, perencanaan, ekonomi kreatif dan belajar dalam program kesehatan” pintanya.

Mendapat permintaan keinginan dari rekannya yang kaya akan tambang batubara, Bupati Gresik mengatakan bahwa tenrtang Sakip itu semuanya juga transparan dan dipelajari Bersama.

“Nilai baik itu hanya masalah waktu. Insyaallah tahun depan Muara Enim pasti juga akan memperoleh nilai A. Kami dulu saat pertama yaitu tahun 2015 juga mendapat nilai C. Saya kaget juga ketika itu” papar Sambari.

Setelah mendapat nilai C, saya mengumpulkan semua pejabat di jajaran Pemkab Gresik untuk Bersama-sama memperbaiki.

“Pokoknya saya tidak mau ada nilai C lagi meskipun misalnya naik menjadi CC atau C gemuk. Kami optimalkan semua potensi yang ada. Intinya Sakip itu adalah efisiensi anggaran, Komitmen Pimpinan daerah dan jajarannya. Serta yang lebih penting adalah keberlangsungan dan keberlanjutan program” urai Sambari.

Sementara Wabup Qosim berharap, dengan adanya Sakip maka ada nilai tambah dari program yang kita laksanakan. Sehingga hasilnya dapat dirasakan lebih oleh masyarakat. (shol)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here