Gresik, Panjinasional.

Kasus Perkara Perdata seringkali memakan waktu yang cukup lama, berbulan-bulan bahkan ada juga mencapai tahunan, tak jarang pula menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya, baik dari pihak penggugat maupun tergugat.


Seperti yang dialami oleh warga Kebomas Gresik bernama Sri Rahayu (43 th) yang telah menggunakan jalur hukum demi mendapatkan keadilan, seperti diketahui Sri telah membayar DP pembelian tanah yang berlokasi di daerah Kecamatan Kebomas Gresik Sebesar 2 Milyar rupiah kepada Budi asih.


Sri juga telah melakukan Ikatan jual beli ( IJB) dengan Budi asih selaku pemilik Tanah, didepan Notaris, perbuatan tersebut telah layak mengingat Sri pun ikut membantu Budiasih dengan membayar pajak , biaya pengurusan  di Badan pertanahan Nasional dan lain-lain.. dengan perjanjian akan dilunasi setelah sertifikat tanah tersebut selesai.


Namun ternyata tanpa sepengetahuan Sri setelah selesai Sertipikat diambil oleh Budiasih dari BPN, kemudian Budiasih melakukan Ikatan jual beli juga kepada orang lain, tanpa persetujuan dari Sri.


Karena merasa dibohongi Sri pun melakukan upaya hukum dengan melayangkan Gugatan Perdata ke Pengadilan negeri Gresik.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Gugatan Sri dikabulkan oleh majelis hakim pengadilan negeri Gresik, pada putusan pengadilan negeri Gresik nomor : 7/Pdt.G/2018/PN.Gsk. tanggal 29 November 2018. Dalam perkara antara : Ny.Sri Rahayu ( Penggugat ) Melawan : H.Abdul Rahman ( tergugat III ) Ny.Budi Asih ( tergugat I ) Dwi Widatmoko ( tergugat II ) Ny.Kamiliah Bahasuan ,SH,( Notaris / turut tergugat I )Ny.Setiawati Sabarudin,SH, (Notaris/turut tergugat II).

Tidak terima dengan putusan tersebut pihak Budi Asih melakukan upaya banding ke Pengadilan tinggi Jawa timur Surabaya..
“Saya heran kok bisa-bisanya dia ( tergugat ), bicara koar-koar dikampung bahwa dia telah menang di PT ( Pengadilan Tinggi ), padahal saya sudah tanya ke pengadilan berkas banding nya saja belum diterima oleh majelis hakim” ujar Sri saat dikonfirmasi wartawan..

Wartawan Panjinasional pun melakukan penelusuran ke Pihak terkait tentang hal ini, apakah betul apa yang diucapkan oleh Sri .


Apakah berkas banding Perkara nomor :  7/Pdt.G/2018/PN,Gsk sudah di terima oleh majelis?

“Oh maaf Mbak, berkas banding Perkara nomor itu belum kami terima” ujar Humas PT Untung Widarto SH.MH saat dikonfirmasi di kantor nya.
“Itu biasa Mbak..itu move aja dari tergugat/pembanding,move-move seperti itu biasa, sudah banyak saya mendapat pengaduan seperti itu, tapi putusan tidak akan lari dari hukumnya, putusan itu bisa ditolak, dikabulkan,diterima,atau di NO ( Niet ontvankelijke verklaard ), berbagai kemungkinan ” jelas Untung lebih lanjut.

“Tidak ada titipan yang dalam tanda kutip, kalau titipan berkas dari Pengadilan negeri Gresik iyalah kan untuk diproses Banding “tambah Untung lagi.


“Saya berharap wartawan juga disini harus lebih berhati-hati jangan  mencampuri, jangan terlena dengan move-move dari mereka, begini saja mana Fakta mana Opini, kalau fakta, kalaupun memang Faktanya dimenangkan ya sudah ,persoalan hukum nya bagaimana, wartawan tidak dalam Kapasitas untuk MENGUPAS “tandasnya lagi.


Saat ditanya soal “Suap” dalam kasus ini Untung menegaskan Tidak ada.
Sedangkan wartawan bertugas sebagai kontroler saja yang mana sudah sewajarnya menanyakan hal ini kepada Dinas Terkait, mengingat baru saja digelar acara Di seluruh Pengadilan tentang Pelayanan satu pintu, tidak ada korupsi dalam hal apapun.


Sementara itu Sri Rahayu sebagai penggugat sangat merasa dirugikan mengingat biaya yang dikeluarkan untuk proses sertifikasi tanah tersebut juga sangat besar apalagi uang DP sebesar 2 Milyar sudah diterima oleh Budi Asih.


Bagaimana kelanjutan perkara ini , terlebih upaya banding ke pengadilan tinggi, Sri Rahayu menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim agar diputuskan seadil-adilnya,
” Semoga Majelis hakim Pengadilan Tinggi, memutuskan dengan seadil-adilnya” harap Sri .@Er

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here