Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep

Sumenep, Panjinasional.net

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa timur, secara resmi telah memberhentikan KD (Inisial) eks oknum guru yang bertugas di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Rubaru dengan cara tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Rekomendesi surat pembehentian secara tidak hormat kepada KD Inisial eks oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telibat kasus pidana pencabulan tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui Inspektorat Sumenep pada bulan desember 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Inspektorat Sumenep melalui Inspektur Pembantu Wilayah III (Irban tiga) Drs. Ec Ach. Jufriyanto., M. Si, saat ditemui diruang kerjanya oleh awak media Panjinasional.net, Senin 18 februari 2019.

Menurutnya, Surat rekomendasi pemberhentian secara tidak hormat kepada KD (Inisial) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah dikeluarkan bulan desember 2018. 

“Rekomendasi Pemberhentian secara tidak hormat kepada KD (Inisial) sebagai Pegawai Negeri Sipil itu di keluarkan bulan desember tahun 2018, tapi sejak tahun 2015 KD (Inisial) memang sudah di berhentikan,” kata Ach. Jufriyanto kepada pewarta saat di temui di ruang kerjanya Senin (18/02/2019).

Disinggung kenapa proses pemberhentian secara tidak hormat terhadap KD (Inisial) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu lambat..?

Menurut Jufriyanto hal itu di sebabkan karena tidak adanya laporan dari instansi di mana KD (inisial) bertugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sehingga pihaknya tidak mengetahui jika putusan kasasi dari mahkamah agung (MA) itu sudah inkrah atau mempunyai kekuatan hukum tetap. 

“Saya gak tahu kalau putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait dengan kasusnya KD (Inisial) itu sudah inkrah pada tahun 2015, karena memang tidak laporan dari OPD nya. Sedangkan KD (Inisial) sendiri selama kurang lebih dua tahun ini tidak di eksekusi oleh kejaksaan, sehingga saya mengira kalau upaya kasasi yang di tempuh oleh KD (Inisial) ini belum inkrah,” ucapnya.

Bahkan pihaknya mengaku baru mengetahui bahwa Kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait dengan kasusnya KD (Inisial) ini sudah inkrah setelah diberitakan media Panjinasional.net.

“Seandainya saja media Panjinasional.net tidak memberitakan kasusnya KD (Inisial) ini, mungkin sampai sekarang saya tidak tahu persoalan ini,” tukasnya.

Perlu dingatkan kembali Berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Bambang Panca Wahyudi Hariadi., SH., MH., pada tanggal 26 Juli 2018 dengan No. PRINT. 108/0.5.34/EuI.2/VII/2018, merujuk pada Dasar:

Putusan Mahmakah Agung Republik (MA-RI) no. 887K/Pid.Sus/2014, tanggal 24 Pebruari 2015.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 2010 tentang perubahan atas undang-undang nomor 22 tahun 2002 tentang Grasi.

Pasal 46 ayat (2) 191, 192, 193, 194, 1 butir 6a Jo 197 Jo 270, 273, KUHP. 

Pasal 30 ayat (1) b UU no. 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan R.I

Selain itu juga berdasarkan surat berita acara pelaksaan putusan pengadilan yang ditanda-tangani Jaksa Penuntut Umum., R. Indra Hadi Niza, SH. Pada hari Kamis tanggal 26 Juli 2018 bahwa Jaksa Penuntut Umum telah melaksanakan surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep tersebut.

Berikut kutipan dari berita acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan tersebut.

Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep tanggal 26 Juli 2018 nomor: PRINT-108/0.5.34/Eul.2/VII/2018. Telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung R.I tanggal 24 Pebruari 2015 nomor: 887 K/Pid.Sus/2014 dengan Pasal 82 Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Dengan Amar Putusan 7 (tujuh) tahun Penjara dipotong masa Penahanan dan denda 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan. 

Dalam perkara atas nama /terdakwa KUSWINTARDI, Ama.pd bin KUSNI dengan cara memasukkan Rutan/Lembaga Pemasyarakatan Sumenep untuk menjalani tahanan/pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun penjara potong masa tahanan dan denda 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurangan.@ (dar/qib/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here