Rocky Gerung

Jakarta, Panjinasional

Pengamat politik Rocky Gerung mengaku jengkel lantaran dirinya dilaporkan polisi atas ucapannya yang menyebut kitab suci adalah fiksi.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bertajuk ‘Yang Terjerat UU ITE: Buni Yani, Ahmad Dhani, Siapa Lagi?’, Selasa (5/2/2019).

Rocky Gerung menceritakan saat diminta klarifikasi polisi.

“Kemarin saya diminta menjawab pertanyaan polisi, saya jawab konsep-konsepnya, polisi mesti cari ensiklopedia lengkap, saya uraikan itu sebagai ukuran-ukuran akademis, saya terangkan di sini suapay terbuka logic-nya itu,” ujar Rocky.

Kemudian Rocky mengaku jengkel.

“Saya agak jengkel itu, karena kita berupaya bikin literasi makin bagus karena tugas presiden adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, kalian menutup literasi itu, menghalangi orang berabstraksi, menghalangi orang berimajinasi, membatalkan fungsi fiksi, nanti anak-anak dilarang membaca fiksi lagi, jadi kekonyolan terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan,” ujar Rocky Gerung.

Diketahui, Rocky Gerung diperiksa selama sekitar lima di Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).

Rocky mengatakan, ia dimintai klarifikasi oleh kepolisian mengenai istilah fiksi.

“Rupanya si pelapor itu gagal paham beda antara fiksi dan fiktif.”

“Padahal berkali kali saya terangkan bahkan fiksi adalah suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi,” kata Rocky kepada wartawan seusai pemeriksaan oleh kepolisian Jumat malam.

Ia mengungkapkan, penting bagi pelapor untuk membedakan fiksi dengan fiktif yang bermakna mengada-ada.

Selain itu ia juga ditanyai mengenai pengetahuannya tentang hubungan kitab suci dan agama.

“Jadi itu pertanyaan tentang konsep sebetulnya,” jelas Rocky.

Ia kemudian menyatakan pelapor memiliki kekurangan pengetahuan tentang pemaknaan kata-kata.

“Saya enggak tahu nih apa karena mungkin beliau membutuhkan percakapan akademis tapi enggak punya forum,” ujar Rocky.

Sebelumnya, Rocky tiba di Polda Metro Jaya pada pukul 16.00, Jumat sore.

Ia datang bersama kuasa hukumnya Haris Azhar.

Rocky Gerung dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda pada Rabu (11/4/2018).

Abu Janda melaporkan Rokcy karena menyebut kitab suci sebagai “fiksi” di sebuah acara di televisi swasta pada Selasa (10/4/2018) malam.

Kasus Rocky Gerung

Awalnya Rocky Gerung menjadi pembicara di ILC pada Selasa (10/4/2018).

Rocky Gerung mengatakan jika kitab suci adalah fiksi karena belum selesai dan tiba.

“Saya mulai pelan-pelan buat nyari cara, asal usul dari masalah ini adalah fiksi atau fakta, dan itu sebetulnya permulaan yang buruk, karena saat kita sebut kata fiksi dikepala kiita adalah fiktif, fiction (fiksi) itu adalah kata benda selalu ada pengertian literatur di dalam kata fiksi, karena diucapakan di sebuah forum politik, maka dia dianggap sebagai buruk,” kata Rocky Gerung.

“Fiksi itu sangat bagus, dia adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu fungsi dari fiksi, dan kita hidup di dunia fiksi yang lebih banyak daripada di dunia realitas, fiksi lawannya realitas bukan fakta,” ujarnya.

“Jadi kalau anda bilang itu fiksi dan kata itu menjadi penyoratif, jadi anda tidak memperbolehkan anak anda membaca fiksi karena sudah dua bulan ini kata fiksi sudah menjadi kata yang buruk,” sambungnya.

“Kitab suci itu fiksi bukan? siapa yang berani jawab,”kalau saya berbicara bahwa fiksi itu adalah imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi, karena belum selesai,belum tiba, babat tanah jawi itu fiksi,” tanya Rocky Gerung.

“Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos (akhir, tujuan, sasaran-dalam bahasa Yunani), dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” imbuhnya.

“Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi,” ucapnya.

Selanjutnya Rocky Gerung menyebutkan jika fiksi itu kreatif, sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan menunggu telos-nya.,@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here