Gresik, Panjinasional

Sidang Perkara Perdata antara Kamisih ( pedagang pasar baru ) dengan Dinas Terkait Discoperindag Gresik terus berlanjut.

Sidang yang sudah tahap menghadirkan saksi-saksi nampak semakin terlihat “panas” apalagi saat sidang hadir LSM LPPP NKRI yang ikut menyaksikan jalannya sidang.

seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kamisih pedagang dipasar baru Gresik memiliki Stand 30m2 sejak th 2007,namun setelah dibangun oleh pemerintah setempat Stand miliknya berkurang banyak dari 30m2 menjadi 14m2.

Dalam sidang yang menghadirkan saksi pihak Kamisih sudah menghadirkan 2 saksi yaitu : 

1,Ketua paguyuban H Edy 

2,Suyono Pedagang sayuran di pasar baru Gresik  .

Kesaksian Edy saat sidang sudah cukup jelas, bahwa Kamisih betul-betul memiliki stand dipasar seluas 30m2 yang memang sudah cukup lama berjualan dipasar ini juga bersaksi bahwa betul kamisih telah membeli Stand tersebut dari pedagang sebelumnya yaitu Turkan,yang diketahui oleh UPT pasar waktu itu malah SIM ( Surat Ijin Menempati ) sudah atas nama Kamisih.

“Bu Kamisih memang memiliki Stand dipasar baru Gresik seluas 30 m2, menghadap ke jalan raya yang sekarang dibongkar dan digunakan untuk RTH dan Tandon  air untuk pemadam kebakaran”ujar Edi saat diwawancarai wartawan.

“Diganti di sebelah kiri pintu masuk dan bu Kamisih sudah mau, tapi dipotong 14m2 jadi sisa 14m2 malahan yang 14m2 sudah bayar verifikasi, namun belum bisa ditempatin mbak ” tambahnya lagi.

Saat wartawan Panjinasional melakukan penelusuran dan investigasi ke pasar baru, wartawan banyak menemukan hal yang sangat tidak lazim, stand pasar seluas 16m2 yang seharusnya menjadi milik Kamisih ternyata sudah dijual ke orang lain/sudah ditempati pedaganga lain, malah saat sidang Pemeriksaan Setempat para Hakim pun melihat hal itu. dan yang 14 m2 yang seharusnya sudah boleh ditempati oleh Kamisih masih ditempati oknum yang mengaku petugas kebersihan.

Beberapa pedagang yang juga anggota paguyuban pasar memang membenarkan, bahwa Kamisih memiliki stand di pasar sejak lama,dan membenarkan bahwa dulu Kamisih membeli stand itu dari orang yang bernama Turkan.

“Jual beli stand pasar itu memang sudah biasa mbak,umpama butuh uang katakan si A jual ke B, gak ada masalah selagi pihak UPT pasar mengetahui, dan selama ini malah UPT pasar membantu proses jual beli itu, juga ada biaya balik nama dan lain-lain kok mbak” ujar H.Nasir (45th ) saat diwawancarai sebelum sidang.

“Biasa itu jual beli malah UPT jemput bola kalo ada yang mau transaksi jual beli stand dipasar, mempermudah membantu “imbuh iswanto sependapat dengan H.Nasir.

Walaupun para anggota paguyuban pasar baru Gresik yang rata-rata tidak mau menyebutkan nominal biaya balik nama Sim jual beli stand ini tetap sering terjadi dan itu semua sepengetahuan UPT pasar Baru Gresik.

“Proses jual beli Stand itu di bantu dipermudah oleh UPT pasar baru sejak dulu sekali, jadi sah aja menurut kami, kalau tidak diperbolehkan mengapa kok Pihak UPT membantu ” ujar salah satu dari anggota paguyuban yang tidak mau disebutkan namanya itu…

Maka Jual Beli Stand ini terkesan RESMI.??..bersambung…@er

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here