Ahmad Nurhamim, Ketua DPRD Kabupaten Gresik

Gresik – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten Gresik masih jauh dari target yang disepakati dan disetujui oleh DPRD Kabupaten Gresik.
Dari retribusi parkir tepi jalan umum (PTJU) yang ditarget hanya Rp 1,8 miliar di 2018, dimana awalnya target parkir tepi jalan umum Rp 5 miliar. Namun Dishub tak mampu membukukannya sesuai target yang ada sehingga harus ada Perubahan APBD 2018. Dan target tersebut diturunkan menjadi tinggal Rp 1,8 miliar.
Pengelolaan sector pajak parkir yang selama ini ditangani Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) sudah sangat bagus. Pada 2018 target Rp 2,8 miliar, mampu terealisasi Rp 2,845.834.706, 00 atau 101,64 persen
Ketua DPRD Gresik, H. Ahmad mengakui potensi pendapatan daerah dari sektor parkir, baik retribusi maupun pajak, sangat luar biasa. Terlebih, pasca bermunculan perhotelan, mall, restoran, dan sarana ekonomi lain.
” Memang untuk potensi daerah untuk sector parkir ini harus bisa kita tingkatkan dan manfaatkan untuk kemajuan daerah. Untuk itu dalam waktu dekat kami DPRD kabupaten Gresik akan melakukan kunjungan study banding ke luar daerah untuk belajar dalam pengelolaan pendapatan parkir ” terang Nurhamim yang akrab disapa Mas Nur dikalangan wartawan. (14/1/2019)
Nurhamim menambahkan, jika penyebab target retribusi PTJU yang tak tercapai dikarenakan ketidakmampuan OPD berwenang. Karena itu, ia berharap melalui studi banding tersebut didapat kiat-kiat dalam meningkatkan pendapatan parkir.
“Saya yakin Gresik bisa meningkatkan potensi yang ada tinggal kemauan kita serius apa tidak menggarapnya” pungkas Ketua DPRD. (Adv/shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here