RSUD., dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Sumenep, Panjinasional.net
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)., dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Jawa timur., nampaknya mulai terkesan menutup nutupi apa sebab musabab meninggalnya Bayi dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Bapak Yadi dan Ibu Rofiana Fatimah warga asal Dusun Barat Sungai Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, saat dirawat di ruang Perawatan Bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)., dr. H. Moh. Anwar Sumenep, pada hari Minggu 06 Januari 2019 kemarin.

Pasalnya, sampai saat ini pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)., dr. H. Moh. Anwar Sumenep, terkesan berbelit-belit untuk memberikan penjelasan secara detial kepada tim awak media. Apa sebab musababnya bayi tersebut meninggal dunia.

Selain itu, Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)., dr. H. Moh. Anwar Sumenep, juga mulai terkesan mempingpong tim awak pemburu berita.

Kalau sebelumnya salah satu dari tim awak media dihubungi oleh salah satu manajeman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)., dr. H. Moh. Anwar Sumenep yakni A. Efendi Kepala Tata Usaha (Ka TU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep, agar langsung ke Kasi Rawat Inap. Tapi setelah Kasi Rawat Inap dihubungi melalui Aplikasi WhatsApp nya oleh salah satu tim awak media malah mengaku masih baru melakukan konfirmasi kepihak unit terkait. Padahal kejadian meninggalnya bayi tersebut sudah 5 hari lalu.

“Maaf barusan saya masih koorfinasi dh unit terkait,” kata Ibu Unik, Kasi Rawat Inap. Jum’at (11/01/2019).

Tapi anehnya setelah itu Ibu Unik, Kasi Rawat Inap bukannya memberikan penjelasan secara detiel kepada tim awak media melainkan malah menyuruh tim awak media agar ke bagian Instalansi Peduli Pelanggan RS.

“Utk diketahui agar segala informasi yg dibutuhkan bisa melalui Instalasi Peduli Pelanggan RS,” ujarnya.

“Terimakasih.”

“Terimakasih informasinya.”

“Monggo untuk selanjutnya melalui mekanisme yg ada (melalui IPP RS),” tukasnya.

Setelah ditanya oleh tim awak media siapa kepalanya IPP RS..? Ibu Unik, Kasi Rawat Inap tidak lagi merespon WhatsApp nya tim awak media.

Direlease dari berita sebelumnya Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang bernama Yadi dan Rofiyana Fatimah Warga Dusun Barat Sungai Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mulai mempertanyakan sebab musabab meninggalnya bayi semata wayangnya saat dirawat diruang perawatan Bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Anwar Sumenep, pada hari Minggu 06 Januari 2019.

Pasalnya, sebelum Bayi mungil malang tersebut meninggal dunia, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, terutama perawat jaga yang bertugas di ruang perawatan bayi tidak memberitahukan kepada pihak keluarga pasien (bayi-red) bahwa bayi tersebut dalam kondisi kritis. Sehingga dalam hal ini menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarga besar pasien (bayi-red), Apa penyebab kematian dari Bayinya tersebut.?

Menurut Yadi (ayah bayi-red), pihaknya tidak menyangka jika bayi pertamanya tersebut akan meninggal dunia. Sebab dari hasil pemeriksaan dokter kondisi bayinya sudah membaik dan tidak ada tanda-tanda kalau bayinya itu dalam kondisi kritis.

“Hari Sabtu kemarin, sekira pukul 17.00 Wib, saya sempat ketemu dengan dokter yang merawat bayi saya, menurut dokter, kondisi bayi saya sudah lebih baik dari sebelumnya, tapi masih perlu dilakukan penyedotan lagi pada tenggorokannya karena masih ada sisa-sisa air ketuban di tenggorokan bayi saya,” kata Yadi Kepada awak media Panjinasional.net, Minggu 06/01/2019. di RSUD. Dr. H. Moh Anwar.

Namun kata Yadi ke-esokan harinya, yaitu sekitar pukul 06.00 Wib, saya dipanggil ke ruang perawatan bayi oleh salah satu perawat. Setelah saya sampai di ruang perawatan bayi, ternyata saya harus mendengarkan kabar buruk, dimana bayi saya yang sebelumnya sudah di nyatakan membaik, saat ini sudah dalam kondisi tidak bernafas lagi.

“Saya langsung sock dan yang paling saya sesalkan kenapa tidak ada satupun perawat rumah sakit yang memberitahukan kepada saya selaku orang tua kandungnya, kalau kondisi bayi saya lagi kritis. Karena tidak mungkin bayi saya langsung meninggal begitu saja.” Sambung dia.

“Kecuali posisi perawat jaga yang bertugas di ruang perawatan bayi tidak dalam posisi On-time. Sehingga perawat jaga tidak mengetahui jika bayi saya lagi sekarat,” sesal Yadi.

Sementara pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep melalui Bapak Arman Kasi Informasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, saat ditemui di ruangan Puspa, Selasa 8 Januari 2018, belum bisa memberikan penjelasan secara detail kepada awak media ini.

Menurut Arman, pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan dokter yang menangani dan juga perawat jaga yang bertugas di ruang perawatan bayi.

“Saya tidak bisa memberikan penjelasan hanya berdasarkan asumsi tanpa di dasari data yang lengkap, karena itu tidak boleh.” Singkatnya.@ (dar/qib/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here