Rambu Larangan Jam Operasional untuk Truck Galian C dan Batubara
Rambu Larangan Jam Operasional untuk Truck Galian C dan Batubara

Sumenep, Panjinasional.net
Pasca diberlakukannya Program sistem Aplikasi Absensi Online (Ceklok.red) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa timur., kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, tingkat kedisiplinan ASN di Kabupaten Sumenep meningkat.

Sistem Aplikasi Absensi Online (Ceklok.red) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini mulai diberlakukan sejak tahun 2017 kemarin, walau sebatas uji coba bagi 12 OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. R., Titik Suryati., SH. MH., saat ditemui diruang kerjanya menyampaikan, untuk Pelaksanaan Absensi Online (Ceklok) di Kabupaten Sumenep, sebetulnya sudah diberlakukan sejak tahun 2017 kemarin.

“Yang pertama semacam uji coba di 12 OPD kemudian baru ditahun 2018 awal kita melakukan pengadaan mesin geomitrik untuk absensi itu. Kemudian baru diawal tahun 2019 ini Pelaksanaan Ceklok Absensi Online itu dikaitkan dengan TPP (Tambahan Penghasilan Pengawai),” kata R. Titik Suryati saat ditemui diruang kerjanya Kamis kemarin (10/01/2019).

Selain itu menurut dia sejak diberlakukannya absensi Online diawal tahun 2019 tingkat Kedisiplinan Pengawai meningkat dan sempurna.

“Jadi PNS yang hadir dan sebagainya itu dari Tambahan Penghasilan Pengawai (TPP) yang diperoleh. Dan Alhamdulillah tingkat Kedisplinan pengawai awal ditahun 2019 mulai 2 Januari itu tingkat Kedispilnan dari para Pengawai di Kabupaten Sumenep Alhamdulillah, bisa dikatakan Sempurna, mulai dari apel gabungan untuk ikut apel setiap hari Senin untuk Senam SKG bisa dilihat disini. Jadi jam 05.15 menit di depan Pemda sudah ramainya luar biasa. Yang mau mengikuti bagian kegiatan kewajiban dari PNS salah satunya adalah untuk mengikuti SKG atau apel gabungan,” tuturnya.

Lebih jauh Ibu Yatik menjelaskan kalau mesin Absensi Online (Ceklok) ASN ini sudah ke Kepulauan. “Sampai Kemasalembu sudah, karena kemarin sudah melakukan perekaman,” ucapnya.

Selain itu juga dalam Absensi Online kalau ada ASN yang tidak Ceklok ada saksi pemotongan.

“Karena ini dikaitkan dengan Tambahan Penghasilan Pengawai (TPP). Jadi kalau mereka terlambat 30 menit itu pemotongannya 0.5%. Kalau keterlambatan itu sampai lebih 1 jam 1.25% potongannya. Dan potongan itu bukan dari gaji pokok melainkan dari TPP. Misalnya untuk kelas terbawah atau dipangkat terbawah TPP sebesar Rp. 500 ribu rupiah misalnya ya kalau dapat penuh mereka itu dipotong 1% itu di Rp. 50 ribu kalau misalnya terlambat. Kalau misalnya dipotong 1.25% berarti potongannya Rp 62.500 ribu rupiah. Karena kita sudah pakai sistem aplikasi itu maka semua data-data sudah masuk kesini (BKPSDM.red) Sumenep. Jadi kalau misalnya sama sekali tidak masuk itu potongannya 4.1/5%.” jelas dia.

Masih menurut Ibu Yatik, karena kita menganggap semua PNS itu harus bagus. Jangankan tidak masuk alpa sakitpun dipotong. Meskipun itu pakek surat dokter itu tetap dipotong, karena kita beranggapan PNS harus sehat.

“Alhamdulillah terkait dengan program Ceklok ASN di Kabupaten Sumenep responnya sangat mengapresiasi dan mereka (ASN.red) tambah semangat. Bahkan saya dapat laporan, kalau misalnya PNS yang rumahnya di Sumenep, tapi kantornya di Pasongsongan, mereka mencari Kontrakan. Sudah sampai ke-sebegitunya.” sambung dia

“Jadi mereka semangat sekali, Alhamdulillah dan ini merupakan Ikhtiar dari Pemkab Sumenep. Memberikan TPP untuk PNS untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. Makanya kita buat seminimal mungkin masuk jam 07.00 Wib, baru bisa absen itu jam 7 kurang 15 menit. Bukan setengah tujuh atau jam 06 mereka PNS bisa absen. Jadi baru 07 kurang 15 menit mereka bisa melakukan absensi,” tukas.

Sementara PNS yang mendapatkan TPP hanya PNS yang ada di lingkungan Pemerintahan daerah kalau guru kan sudah ada sertifikasi.” Demikian kata Ibu Kaban mengakhiri perbincangannya.@ (dar/qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here