Pamekasan, Panjinasional
Badan Pertanahan Negara (BPN) kabupaten pamekasan menggelar Sosialisasi awal pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sosialisasi tersebut agar masyarakat sadar pentingnya jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah mereka, Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Peringgitan Pendopo Ronggosukowati, Rabu (09/01/19).

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga Wakil Bupati Raja’e bersama Sekdakab Pamekasan. Kepala Kejari. Waka Polres Pamekasan. Para Camat. Kepala OPD, serta beberapa Kepala Desa yang mendapatkan program awal pedaftaran (PTSL).

Dalam laporannya Kepala BPN Pamekasan Tugas Dwi Patma menjelaskan, dalam rangka sosialisasi PTSL kali ini, merupakan proses awal pendaftaran pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah Desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

Tugas menambahkan, Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

“Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah. Melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sandang, pangan, dan papan. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018,” tuturnya.

Lanjut Ia menerangkan, PTSL yang populer dengan istilah sertifikasi tanah ini nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat dapat menjadikan sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidupnya.

“Semoga program PTSL di Pamekasan berjalan sesuai dengan harapan kita semua untuk mendorong program Pemerintah,” ujar Tugas.

Sedangkan Untuk biaya yang harus dipersiapkan sebesar Rp. 150.000 yang digunakan untuk Patok, pembelian materai, dan itu sudah sesuai SK bupati.

“Kepada pemohon terlebih dahulu harus menyediakan KTP, KK, SPPT. Sebelum peserta mendaftarkan ke kepala Desa, harus memasang patok tugu batas untuk mempermudah pihak pertanahan dalam proses pengukuran tanah nantinya,” pungkasnya. (Put/Ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here