Waka Polda Jatim barsama Kapolres Gresik dan Jajaran Muspida saat pemusnahan barang bukti miras hasil OPS Lilin Semeru 2018

Gresik Panjinasional :
Seperti diberitakan sebelumnya diketahui terdapat 4 korban meninggal dunia akibat miras oplosan, akhirnya Polres Gresik bertidak cepat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Empat korban yang meninggal dunia akibat miras oplosan yakni NM (17) warga Kebomas Gresik meninggal di RS Fatma Medika, ZD (16) warga Kecamatan Bungah Gresik, meninggal di RSUD Ibnu Sina. Serta ARF (40) warga Kecamatan Bungah meninggal di RSUD Ibnu Sina Gresik. Dan MKH (31) warga Kecamatan Bungah meninggal di RS Fatma Medika.

Dari uraian kejadian perkara yang di release Polres Gresik, korban yang berjumlah 11 orang sedang mengadakan pesta miras oplosan di tempat pengolahan mebel milik ISW untuk merayakan malam tahun baru (31/12/2018). Adapun miras yang di adalah Vodka smirnoff dengan ditambahkan teh, kopi dan alkohol 96% lalu diminum bergiliran. Setelah itu, keesokan harinya beberapa orang yang mengikuti pesta miras tersebut merasa mual dan lemas sampai dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Dalam kasus ini Polres Gresik berhasil mengamankan penjual miras ISW (40) warga Mengare Kecamatan Bungah, Gresik. Sementara barang bukti yang diamankan yakni 1 botol Vodka Smirnoff, 1 teko untuk mengoplos, 1 karpet untuk alas dan 1 botol alkohol kadar 96 persen.

Waka Polda Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto yang hadir saat pemusnahan barang bukti miras hasil Operasi Lilin Semeru 2018 dihalaman Mapolres Gresik mengatakan, sangat mengapresiasi gerak cepat Polres Gresik mengungkap kasus tersebut.

” Sejak tahun baru kemarin sudah ada lima orang yang meninggal karena miras. Kami juga akan mengambil langkah hukum yang tegas bagi para pelaku dan penjual miras oplosan ini ” ujarnya, Selasa (8/01/2019).

Brigjen Toni Hermanto menambahkan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku penjual atau pengoplos miras yang menyebabkan kematian.

” Kita akan tindak tegas, karena indikasi bahwa generasi muda kita saat ini memang masih sangat rentan di kejahatan seperti ini ” ungkap Waka Polda Jatim. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here