Kondisi Kumuh Gedung Pasar Tunjungan Surabaya

Janji Revitalisasi, Pedagang sempat Mau Pindah Paksa ke Kapas Krampung Tapi Gagal

Surabaya, Panjinasional.net
Para Pedagang Pasar Tunjungan nampaknya sudah mulai gelisah dan geram dengan sikap Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya yang sudah cuek, lantaran selama sepuluh tahun menanti revitalisasi Pasar Tunjungan hanya janji belaka dengan kata lain taka da kejelasan, kapan realisasi revitalisasi gedung Pasar Tunjungan akan dilakukan.

Saat Jumpa Pers Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T)

Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya sudah tidak punya urat malu, melihat kondisi Pasar Tunjungan Surabaya yang menjadi Ikon Surabaya, saat ini sudah tidak layak ditempati, padahal letak gedung tersebut di pusat kota sejalur dengan jalan tunjungan, yang mana pemerintah kota membuat maskot program “Mlaku Mlaku Nang Tunjungan” namun tak pernah berpikir dan terkesan membiarkan gedung Pasar Tunjungan yang mangkrak dan tak terurus itu bisa menjadi bumerang bagi acara “Mlaku Mlaku Nang Tunjungan” tersebut.

Beberapa tahun lalu sekitar tahun 2017 lalu, para pedagang sempat dibuat resah adanya surat edaran dari Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya yang akan mengosongkan gedung, saat itu para pedagang harus segera mengosongkan alias pindah ke lokasi yang diarahkan atau di relokasi ke pasarkapas krampung.

Saat itu para pedagang banyak yang tak setuju atas relokasi tersebut, mereka merasa bingung tatkala ada edaran lagi kalau pihak PD Pasar akan melakukan pemadaman listrik.

Sehingga membuat para anggota DPRD Surabaya turun dan meninjau Lokasi Gedung Pasar Tunjungan, saat itu pula Baktiono Anggota Komisi B menghampiri kantor Redaksi Panjinasional di lantai dua mengatakan, bahwa rencana PD Pasar melakukan pengosongan gedung atau revitalisasi belum ada kordinasi dengan pihak legislative, sehingga rencana pengosongan tersebut terhenti, meskipun sudah banyak pedagang yang keluar dan pindah ke tempat lain.

Kabar berlanjut pada hari Kamis (3/1/2018). Adanya reaksi dari Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) yang di ketuai Jalil Hakim menggelar jumpa pers di Jalan Embong Malang, Surabaya.

Para Jurnalis yang tergabung sebagai Aliansi Wartawan Surabaya mampir di kantor Redaksi Panjinasional di Gedung Pasar Tunjungan lantai II Surabaya

Walaupun Media Panjinasional termasuk penghuni dan kantor Redaksi Panjinasional ada di lantai II tidak diundang pada saat jumpa pers, sehingga beberapa wartawan mingguan dan media online mampir di kantor redaksi dan menanyakan Ada Apa Di Pasar Tunjungan?

Saat mengundang para awak Pers Jalil menunjukan bukti otentik Penetapan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tentang revitalisasi pasar Tunjungan, sesuai penetapan nomor 51/G/2016/PTUN.SBY, pada selasa 10 mei 2016, sampai saat ini belum terealisasikan. “Kami sebagai perkumpulan pedagang Pasar Tunjungan akan menggugat Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya.Apabila janjinya tidak segera dipenuhi,” kata Jalil.

“Sudah berbagai upaya dilakukan para pedagang Pasar Tunjungan untuk meminta revitalisasi, namun, selalu dijanjikan dengan alasan bermacam-macam,” kata Johniel Lewi Santoso sekretaris P3T saat konferensi pers di Pasar Tunjungan Surabaya, Kamis (3/1/2019). Lebih lanjut Johniel Lewi Santoso mengatakan, para pedagang sebenarnya sangat mendukung visi misi Pemkot Surabaya dalam mewujudkan pasar yang bertaraf internasional. Untuk itu pihaknya bersama pedagang yang masih bertahan di Pasar Tunjungan sangat mengharapkan revitalisasi Pasar Tunjungan yang kondisinya kumuh, agar tidak mengganggu pemandangan indahnya Kota Surabaya.

Dengar akan Digugat Pedagang, Risma Salahkan Direksi PD Pasar
Mau digugat pedagang Pasar Tunjungan, Walikota Surabaya Tri Rismaharini bergeming. Ia justru mempersilakan upaya hukum itu. Risma mengaku memiliki alasan mengapa hingga kini Pemkot belum melakukan revitalisasi Pasar Tunjungan.
“Ya nggak apa-apa (ajukan gugatan). Itu haknya pedagang,” cetus Risma dikonfirmasi di Balai Kota Surabaya, Jumat (4/1/2019).

Kata Risma, Pemkot bersama PD Pasar Surya sudah melakukan dan membuat perencanaan revitalisasi Pasar Tunjungan sejak lama. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata revitalisasi Pasar Tunjungan menjadi kawasan ekonomi modern yang menampung lebih banyak UKM dan pedagang itu terkendala.

Salah satu yang menjadi kendala utama yaitu adalah masalah internal di direksi dan utang miliaran yang membuat PD Pasar Surya limbung. Menurut Risma, ini yang mengganjal realisasi revitalisasi Pasar Tunjungan. “Kemarin itu, sudah mau kami revitalisasi. Tapi ternyata ada masalah dengan direksi. Insyaallah lah, ini rekrutmen direksi (PD Pasar Surya) sudah mau final. Jadi setelah itu baru kami pikirkan lagi soal revitalisasi Pasar Tunjungan,” terang Risma.

Saat ini posisi direktur utama, direktur keuangan, dan direktur pembinaan keuangan di PD Pasar Surya masih kosong. Rekrutmen tiga posisi itu sudah naik di wali kota dan sedang finalisasi pengecekan rekam jejak. “Kalau direksinya nggak bener masak revitalisasinya digarap,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Zandi Ferryansa mengatakan revitalisasi Pasar Tunjungan memang pernah dilakukan pembahasan. Dalam konsepnya, Pasar Tunjungan akan direvitalisasi total. Pasar tersebut akan dijadikan pusat perdagangan dan kegiatan masyarakat di tengah kota.

Selain itu juga akan dijadikan sentra UKM, pertokoan dan perkantoran. Dengan revitalisasi itu diharapkan Pasar Tunjungan mampu mengakomodasi pedagang dan mengakomodasi keinginan masyarakat Surabaya. “Namun memang masih terus dikaji,” katanya.

Masih Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) Jalil Hakim menambahkan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila tuntutan para pedagang Pasar Tunjungan tidak segera direalisasikan oleh Pemkot Surabaya.
“Jika Pemkot Surabaya melalui PD Pasar Surya tidak mengindahkan permintaan kami melalu surat resmi yang sudah delapan kali dikirimkan, maka P3T akan menempuh jalur hukum dengan gugatan perdata ke Pemkot Surabaya,” kata Jalil,,@Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here