www.panjinasional.net
Jawa Timur kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Tidak tanggung- tanggung, 27 trophy penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) diraih. Untuk kategori Mentor, penghargaan diserahkan oleh Wapres RI, Jusuf Kalla didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise kepada Gubernur Jatim yang kali ini diwakili oleh Sekdaprov Jatim, Ir. Heru Tjahjono, MM di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (19/12).

Adapun 27 penghargaan yang diterima Kabupaten/Kota di Jatim yang meraih Penghargaan APE diantaranya untuk kategori utama diraih oleh Kota Surabaya, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek, Kab. Jombang, Kab. Ngawi, Kota Pasuruan, Kab. Gresik, Kab. Pasuruan. Kemudian, untuk Kategori Madya diraih oleh Kota Kediri, Kab. Probolinggo, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Madiun, Kab. Sidoarjo, Kota Probolinggo, Kab. Ponorogo, Kota Batu dan Kab. Bojonegoro. Lalu untuk Kategori Pratama diraih oleh Kab. Pacitan, Kab. Magetan, Kab. Nganjuk, Kab.Tuban, Kota Blitar, Kab. Lamongan, Kab. Banyuwangi dan Kab. Sumenep. Sedang Pemprov Jatim sendiri menerima penghargaan APE dengan kategori Mentor.

Ditemui seusai penyerahan Penghargaan APE, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menuturkan, Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dengan pemerintah daerah pada bidang pengarustamaan gender. Arah kebijakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan di Jatim ditunjukkan dengan mendorong upaya penghapusan kesenjangan gender, ditambah peningkatan dan perluasan jaringan usaha dan akses permodalan.

Selain itu, optimalisasi peran perempuan dalam pengembangan usaha ekonomi produktif, penguatan manajemen kelembagaan ekonomi perempuan hingga fasilitasi sarana dan prasarana juga dilakukan. Termasuk diterbitkannya Pergub Nomor 66 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender sebagai wujud komitmen tinggi Gubernur Jatim yang diimplementasikan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019.

”Indikator penilaian keberhasilan pembangunan responsive gender dapat dilihat dari komitmen daerah dalam melaksanakan prasyarat gender, diantaranya komitmen kepala daerah terhadap pembangunan responsive gender,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri PPPA, Yohana Yambise menjelaskan, penghargaan APE merupakan sebuah bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dan peran Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah yang telah berupaya serta berkomitmen melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Sejak 2004, pemerintah melalui Kementerian PPPA telah melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender.

Pemberian penghargaan APE sendiri terdiri dalam 4 kategori, yakni kategori Pratama, diberikan kepada 2 Provinsi, dan 44 Kabupaten/Kota; kategori Madya, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 75 Kabupaten/Kota; kategori Utama, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 36 Kabupaten/Kota; serta kategori tertinggi Mentor diberikan kepada 6 Kementerian/Lembaga, 4 Provinsi dan 4 Kabupaten/Kota.

Melalui pemberian penghagaan APE ini diharapkan semakin memotivasi Kementerian/Lembaga dan Pemda dalam melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan proses pelaksanaan pembangunan dan menjamin hasil pembangunan yang adil bagi semua.

“Mari terus berkreasi untuk perempuan dan anak Indonesia. Harapan kami semua stakeholder dapat bekerja sama, berkolaborasi, dan saling bahu membahu mengemban mandat negara untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas,” tutup Menteri Yohana. (humaspemprovjatim/tra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here