www.panjinasional.net
Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Pendopo Kab. Bangkalan, Rabu (19/12).

Gubernur Jatim yang sering disapa Pakde Karwo itu mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan sebanyak 2.050 sertifikat tanah kepada penerima yang berasal dari wilayah Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kota Surabaya I dan Kota Surabaya II.
“Coba sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi mau saya hitung apa benar 2.050 sertifikat,” kata Presiden yang langsung disambut masyarakat dengan mengangkat sertifikatnya masing-masing.

Presiden menjelaskan, bahwa sertifikat ini sangat penting sebagai kepastian hukum atas tanah yang dimiliki agar tidak timbul sengketa di kemudian hari.
“Sejak 2014 setiap saya ke daerah sering mendengar keluhan masyarakat soal sengketa tanah dan lahan, karena sebagian besar belum punya sertifikat. Dengan adanya sertifikat maka sengketa bisa dihindari,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berpesan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat agar berhati-hati dalam menggunakannya sebagai jaminan bila akan meminjam uang di bank. Presiden meminta agar dapat menggunakan sertifikat tersebut dengan sebaik-baiknya dan telah melalui perhitungan atau kalkulasi yang matang.
“Tolong pinjamannya digunakan untuk modal kerja, modal usaha dan modal investasi. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang berbau kenikmatan seperti beli mobil atau motor, yang dibelikan sepeda motor atau mobil dari keuntungan usaha saja, bukan dari pinjaman,” pesannya.

Presiden juga berharap agar masyarakat menyimpan dan menjaga sertifikat tersebut dengan baik. Caranya dengan memberi plastik dan difotokopi sebelum disimpan di lemari. Alasannya agar sertifikat tersebut tidak rusak ketika rumah bocor dan ada fotokopinya bila yang asli hilang.

Ingatkan Jaga Kerukunan
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah watoniyah, dan kerukunan. Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena urusan pilkada ataupun pilpres.
“Negara kita negara besar. Marilah kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai tidak bertegur sapa hanya karena pesta demokrasi. Kita ini semua saudara sebangsa dan se-tanah air. Tapi saya yakin ini tidak terjadi di Jawa Timur,” kata Presiden

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan A. Djalil dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (humaspemprovjatim/dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here