Semarang. www.panjinasional.net.
Di antara dampak revolusi industri 4.0 dunia adalah munculnya inovasi-inovasi di sektor industri. Kondisi ini memicu semua negara mempersiapkan potensi sumber daya manusia dan alamnya secara maksimal kalau tidak mau digilas revolusi industri tersebut.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bekerja sama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Yayasan Penabulu menggelar Sosialisasi & Lounching “Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, dan Pameran Industri” di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu-Kamis (5-6/12/2018).

Kegiatan tersebut diikuti pelaku Industri, Perguruan Tinggi, serta 99 Pesantren di Jawa Tengah. Dilakukan juga penandatanganan kesepahaman bersama antara LPTNU dengan 7 Perwakilan Industri dan 7 Perwakilan Perguruan Tinggi untuk mendukung Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren.

Staf Ahli Menristekdikti yang juga Ketua Tim Percepatan dan Pendampingan Pembentukan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren kerjasama LPTNU-Penabulu, Agus Jui Purnawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian Pendidikan Tinggi Akademi Komunitas yang dikelola oleh kelompok masyarakat (swasta).

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan komunikasi antara Industri dan pesantren yang akan mendirikan akademi komunitas. Kemudian membangun kesepahaman bersama antara PTN, industri, dan pesantren,” kata Agus Jui di sela acara.

Agus Jui yang juga Ketua Alumni Undar Jombang menambahkan, kegiatan ini juga untuk menyosialisasikan nilai-nilai dasar bela negara kepada masyarakat umum melalui kearifan dan keunggulan lokal berdasarkan Asta Gatra,” ujarnya.

Menurutnya, melalui Akademi Komunitas tersebut diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong terwujudnya upaya bela negara masyarakat Indonesia, khususnya santri, dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Dengan begitu, cita-cita negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat tercapai,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, sesuai dengan inisiatif “Making Indonesia 4.0” yang diharapkan akan memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja. Sehingga dapat meningkatkan daya saing global, meningkatkan kemandirian dan ketahanan bangsa, dan mengangkat pangsa pasar ekspor ke pasar global sebagaimana pernah dilonsing Presiden Jokowi beberapa waktu lalu terkait kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0.,@hamim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here