Kasi Ops Satpol PP Gatot Prasetyo,SE bersama anggota melayangkan SP1 ke pemilik peternakan ayam

Panjinasional.Madiun.
Pemilik peternakan Jurokim warga Rt.23/Rw.04 Dsn Candi,Desa Bagi,Kec/Kab.Madiun yang memiliki usaha peternakan berkapasitas 8000 ekor selama 2 tahun ini, ternyata belum mempunyai ijin IMB dan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Lokasi peternakan ini berada di perkampungan yang cukup padat penduduknya di Desa Bagi Kec/Kab.Madiun.Akibat bisnis peternakan ini maka masyarakat sekitar lokasi sangat mengeluhkan dampaknya,seperti adanya bau kotoran ayam yang cukup menyengat yang mengganggu pernapasan masyarakat.

Kehadiran bisnis usaha peternakan tak berijin milik Jurokim ini sangat dikeluhkan masyarakat sekitarnya, karena sebelumnya pemilik tidak berkoordinasi dan bermusyawarah dengan pihak desa dan masyarakat sekitar yang terkena dampaknya.
“Hari ini kita melaksanakan tugas sebagai tindak lanjut dari pekerjaan kita pada tanggal 2 Agustus 2018 .Kita sudah memberikan peringatan,namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemilik peternakan ayam.Sehingga hari ini kita berikan surat peringatan tertulis yaitu SP 1,”tegas Kasi Ops Satpol PP Gatot Prasetyo,SE.(Sumber:JP ).

Menurutnya,pihaknya bersama pemerintah desa melalui Kasun Sunarno sudah berkoordinasi dengan baik supaya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat. Tetapi pihak pemilik peternakan ayam tidak memberikan respon yang baik terhadap keluhan masyarakat ini.

Akhirnya masyarakat menyampaikan keluhannya kepada pihak yang berkompeten dibidang ini terutama ke penegak Perda Kab Madiun yaitu Satpol PP .
“Sudah 2 kali ada laporan masyarakat desa setempat. Kemudian kita tindaklanjuti. Kita sudah ngomong pada yang punya agar mengurus ijin, ternyata sampai sekarang belum mengurus ijin. Dan ini ada laporan lagi dari masyarakat, akhirnya kita ambil tindakan dengan SP 1 ini,” ungkap Gatot Prasetyo,SE.

Menurutnya,”Jika 3 bulan kedepan setelah dilayangkan SP1.Jika belum ada tindakan dari pengelola, maka tindakan selanjutnya akan dilayangkan SP2 dan SP3 hingga tindakan penyegelan,” tegas Kasi Ops Satpol PP.(Warti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here