YOGYAKARTA – www.panjinasional.net
Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Budi Santosa, didampingi pemateri lain Assoc Prof Dr Mohamed Nor Azhari Azman dan Dr Arman Shah bin Abdullah, keduanya dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, sampaikan beberapa hal dalam workshop “Research Methodology in Vocational Education”.

Kegiatan diadakan Program Pascasarjana Prodi Magister Pendidikan Guru Vokasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (1/12/2018).

Ketika membuka acara itu di Meeting Room UAD Kampus 2 Unit B Jl Pramuka, Yogyakarta, Direktur Pascasarjana UAD, Prof Dr Achmad Mursyidi, MSc, Apt, mengatakan, Program S2 Magister Pendidikan Guru Vokasi ini untuk menghasilkan sumber daya menusia dalam bidang diklat vokasional yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan vokasional.

“Selain itu, kemampuan memecahkan masalah kesenjangan dunia diklat dengan dunia kerja, kemampuan manajerial dan kepemimpinan, kemampuan dalam inovasi pembelajaran, dan kemampuan mengelola riset strategis bidang diklat vokasional,” kata Achmad Mursyidi, didampingi Kaprodi S2 PGV UAD Dr Tri Kuat dan Bambang Noor selaku ketua penyelenggara.

Bagi Azhari Azman, ini undangan kali kedua dari UAD Yogyakarta, untuk mewujudkan kerjasama. Pada kesempatan itu, Azhari sampaikan soal pendidikan yang ber-IQ rendah. Dan, sampaikan pula paparan dari Winchester and Rofe.
Lebih lanjut dikatakan Azhari, selain metode kuantitatif, metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode yang memfokuskan pada pemahaman fenomena sosial dari sudut pandang partisipan secara deskriptif.
Terkait dengan dua metode ini, dikatakan Azhari, ada beberapa hal yang membedakan antara penelitiankualitatif dengan kuantitatif.

Sementara itu, Arman Shah Abdullah, paparkan data kualitatif. “Argumen kuat tentang metodologi sering dilakukan oleh para peneliti,” kata Arman Shah.

Dan, Dr Arman Shah bin Abdullah, dari Faculty Technical and Vocational UPSI, sampaikan quantitative research method. Juga karakter riset kuantitatif dan kualitatif.
Sedangkan Dr Budi Santosa, Dosen S2 Pendidikan Guru Vokasi, sampaikan research and development strategy in vocational education.

“Lulusan S2 dituntut harus bermanfaat di sekolah masing-masing serta harus membawa perubahan juga di sekolahnya,” kata Budi Santosa, yang mengingatkan kembali akan tujuan penelitian.

Menurut Budi, untuk naik pangkat guru dituntut melakukan riset kecil dan penelitian tindakan kelas. “Meski tidak didukung referensi dan analisis,” papar Budi. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here