Sampang – Panjinasional,
Ketika musim hujan mulai tiba, jalan penuh dengan air yang mengalir dari kamar mandi warga. Bagaimana pengguna jalan bisa melewati area jalan ini dengan lega kalau pembuangan air mandi di buang di jalan. Sabtu 01-12-2018


Salah satu warga masyarakat mengeluh yang bertempat tinggal di pemukiman rumah padat yang berlokasikan di desa aeng sareh kecamatan Sampang kini tidak bisa bernafas lega melihat jalan yang tiap harinya di genangi oleh pembuangan air mandi.

Salah satu warga Wahet menuturkan kepada awak media Panjinasional bahwa jalan ini walau musim kemarau tetap saja basah apa lagi musim penghujan, jadi apa jalan ini?

Di sebagian rumah sudah mempunyai tandon tapi kurang begitu maksimal, dan sebagian lagi hanya punya lahannya saja, anehnya tandon penyimpanan bekas air mandi takut mengganggu bangunan rumah yang ada di dekatnya takut longsor, dan yang tidak mempunyai langsung di buang kejalan.

Dengan seringnya warga membuang air dari kamar mandi langsung kejalan, berharap pemerintah untuk bisa mencari cara penyelesaiannya di tahun 2019 dengan panjang jalan berkisar 150 meter.

Dikonfirmasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada kabit yang menangani Box Culvert saluran pembuangan air kawasan pemukiman mengatakan di tahun 2018 hanya di tingkat perkotaan meliputi kelurahan mas, tidak mencakup antar desa, program itu ada di tahun 2015 jadi tahun ini tidak ada,Tandasnya. (mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here