Ngawi – panjinasional.net.
Hampir setiap musim penghujan wilayah Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi selalu dilanda banjir meski curah hujan tidak terlalu tinggi. Wilayah Kecamatan Pangkur sendiri memang terletak di dataran rendah sehingga dampak dari keberadaan wilayah ini akan menjadi pusat berkumpulnya air menuju sungai Madiun, terlebih lagi system drainase belum begitu tertata rapi.

Atasi Banjir Tahunan, Ds. Paras Kec. Pangkur Kab. Ngawi Bangun Saluran Irigasi

“Permasalahan yang dialami di Desa Paras khususnya Dusun Ngesrep RT. 02, RT. 03 dan RT. 04 adalah adanya banjir yang disebabkan oleh meluapnya saluran air di dusun ini. Banjir yang terjadi di sini bisa bertahan sampai 10 hari sehingga berdampak pada matinya tanaman padi. Mendasar pada hasil musrenbangdes, kami memperioritaskan pembangunan saluran irigasi atau drainase di dusun ini sepanjang 165 M.

Meski tidak 100% menghentikan banjir namun paling tidak bisa memperlancar aliran air di saluran ini sehingga air tidak meluber kemana-mana” demikian disampaikan Suyanto (Kepala Desa Paras) yang sudah mengantarkan desa Paras menjadi Juara 3 bola volley ini.

Untuk pembangunan saluran irigasi ini menurut Suprapto (Sekdes Paras) memerlukan anggaran sebesar Rp. 156.700.000,- dengan volume kegiatan 1,4 x 1,4 x 165 M. Pembangunan saluran ini memang sangat diperlukan karena dampak dari banjir langganan ini sangat merugikan warga Dusun Ngesrep yang saat ini berpenduduk sekitar 360 KK (+ 856 jiwa). Masih menurut Suprapto, dana desa yang diterima oleh Desa Paras pada tahun anggaran 2018 ini sebesar Rp. 1.193.209.000,-, akan dipergunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan saluran irigasi ini.

Pembangunan saluran ini memang tidak bisa diselesaikan tahun ini mengingat anggaran juga belum mencukupi. “Pembangunan ini baru separo, sehingga untuk tahun depan masih harus dilanjutkan agar banjir benar-benar bisa diatasi. Masyarakat sangat senang dan mendukung dengan adanya pembangunan ini. Pelaksanaan pembangunan ini sepenuhnya kami menggunakan tenaga kerja lokal (masyarakat desa Paras). Kami dan masyarakat berharap dengan adanya pembangunan ini kami tidak akan dirugikan lagi dengan adanya banjir” demikian dituturkan oleh ketua TPK, Lilik Dwi Purnomo. (Adv-cometo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here