SLEMAN – Panjinasional
Pariwisata merupakan salah satu andalan utama Kabupaten Sleman. Posisinya menduduki peringkat tiga atau empat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Di sisi lain, keluhan atas kondisi sejumlah jeep-jeep wisata yang melayani Lava Tour sering terdengar. Terdapat begitu banyak kekurangan yang seharusnya tidak cuma ditutupi, tapi benar-benar diperbaiki.

Harapannya agar menjadi lebih tertib, memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kenyamanan orang-orang yang berwisata menggunakan jeep-jeep itu.

Untuk itu, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, M.Si, berharap kepada pemilik jeep untuk mengecek kondisi kendaraannya dan kelengkapan keselamatan bagi para wisatawan.

Sri Purnomo juga berharap kepada pengemudi jeep-jeep wisata untuk lebih patuh memenuhi kelengkapan keamanan. “Agar ketika terjadi sesuatu yang di luar perkiraan penumpang tetap bisa terlindungi dengan baik,” papar Sri Purnomo.

Selain itu, di sela-sela mengecek langsung kondisi mesin jeep-jeep wisata saat launching Tri Pakarsa Musna di Bumi Perkemahan Wonogondang, Sleman, Sri Purnomo di depan pengemudi-pengemudi jeep wisata berharap agar bisa memenuhi syarat dalam berkendara.

Program Tri Pakarti Musna ini jadi implementasi pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Adapun kegiatan mengangkat tema musna jecelakaan, pengaduan dan temuan hasil pemeriksaan guna mewujudkan akuntabilitas kawasan strategis pariwisata nasional.

Apa yang disampaikan Bupati Sleman hari ini, berkaca pada kecelakaan yang menimpa jeep wisata Lava Tour yang membuat khawatir para wisatawan.

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Mardiyana dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, jeep wisata Lava Tour menjadi salah satu primadona para wisatawan yang kunjungi Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jeep Lava Tour Merapi Sisi Timur, Bambang Sugeng, akan terus berbenah. “Hal itu untuk lebih baik lagi dalam menyediakan jasa wisata jeep di Merapi,” kata Bambang Sugeng.

Selama ini, seperti dijelaskan Bambang Sugeng, memang kelengkapannya masih terbilang minim dari soal kewajiban menggunakan helm dan sabuk pengaman yang memang harus terstandar. “Ke depan hal itu demi melindungi para wisatawan secara optimal,” papar Bambang Sugeng.

Kata Bambang, pengemudi jeep-jeep itu diharapkan memenuhi persyaratan, seperti SIM, pelindung jeep, dan sebagainya. “Roll bar harus dalam kondisi yang baik dan menbuat aman pengendara mengingat sewaktu-waktu mobil bisa terguling,” tandas Bambang Sugeng.

Sebanyak 30 komunitas jeep wisata yang ada, kini dilakukan pengecekan dan pelatihan. Kepala Inspektorat Kabupaten Sleman, Drs H Budiharjo, MSi, mengatakan, pihaknya telah menyusun langkah-langkah evaluasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. “Agar ada pelayanan optimal di sektor kepariwisataan,” kata Budiharjo, yang menambahkan salah satunya membuat aplikasi khusus untuk pengaduan keluhan masyarakat. (Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here