Gresik Panjinasional :
Setelah meresmikan wisata susur sungai Bengawan Solo di bulan Juli 2018 lalu, di awal bulan November ini Desa Randuboto kembali melauncing wisata barunya yang bertemakan agrowisata, yakni wisata mangrove dan kolam pancing kuliner.

Peresmian Wisata yang didanai dari dana Desa ini, disaksikan oleh Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten serta jajaran Muspika Kecamatan Sidayu, dikemas dengan lomba-lomba unik khas pesisir. Ada festival perahu hias, lomba dayung dan lomba masak dengan bahan baku ikan pari.

Andhi Sulandra selaku Kepala Desa Randuboto Sidayu mengungkapkan, launcing wisata yang kedua ini dikemas berbeda agar bisa menarik antusias dan animo masyarakat untuk hadir menyaksikan guna memperkenalkan wisata baru yang dimiliki oleh Desa Randuboto.

” Ada beberapa rangkaian acara yang sudah kita susun, di awal kita suguhkan penampilan festival perahu hias yang diikuti sekitar 50 peserta kemudian festival makanan olahan dari ikan pari yang terakhir lomba dayung ” ungkap Kades Randuboto ini, sabtu (03/11/2018).

Ia juga menambahkan, kegiatan Ini sendiri didanai dari anggaran pemberdayaan dana Desa, yang pelaksanaannya dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna Randuboto.

” Dengan dikemas sebegitu rupa saya berharap, agar masyarakat luas lebih mengenal dan bisa melihat potensi Randuboto. Dan yang paling penting agar masyarakat diwilayah bantaran sungai lebih bisa menjaga kebersihan Bengawan Solo itu sendiri. Karena sangat berpotensi bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata alam kedepannya ” tambah Andhi.

Kemeriahan acara yang dimulai sekitar pukul delapan pagi ini, sangat menarik antusias warga. Tidak hanya warga sekitar yang berbondong-bondong untuk menyaksikan, akan tetapi ada juga yang rela hadir dari Kecamatan Ujungpangkah.

Akmal (27) salah satu warga Ngimbo Ujungpangkah yang rela hadir mulai pukul tujuh pagi pada saat itu menyatakan, keingintahuannya muncul terkait acara ini ketika melihat ramainya pembiacaran di media sosial.

” Alhamdhulillah mas masih tersedia tempat untuk menonton, tidak rugi saya hadir pagi-pagi sekali. Acaranya bagus, unik dan juga menginspirasi ” ujarnya.

” Setidaknya acara di Randuboto ini bisa mengispirasi Desa-Desa yang lain di bantaran sungai Bengawan Solo, untuk bisa memanfaatkan bantaran sungai menjadi sebuah kegiatan yang bernilai positif bagi masyarakat setempat ” tutup Akmal.(Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here