: Unjuk rasa karyawan PT. ATF menuntut hak normatif di depan perusahaan

Gresik Panjinasional :
Puluhan pekerja PT. ATF (Aneka Timber Furniture) yang bergerak dibidang pengolahah kayu, bertempat di Jl. Raya Bungah KM.37 Kabupaten Gresik ini, Kamis (01/11/2018) melakukan unjuk rasa akibat mutasi sepihak dan tanpa alasan yang dilakukan perusahaan.

Tidak hanya mutasi, dalam orasinya mereka juga menuntut pemberihan gaji yang selama berdirinya perusahaan tidak sesuai UMK Kabupaten Gresik, diberikannya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang selama ini belum dilakukan 100 persen oleh perusahaan, status pekerja sesuai UU Ketenagakerjaan dan mereka juga menuntut tidak ada PHK sepihak seperti yang pernah dilakukan perusahaan sebelumnya.

Ali Rifa’i selaku KC (Ketua Cabang) FSPMI Gresik mengatakan, dalam aksi ini bukan hanya mutasi sepihak saja yang kita permasalakan akan tetapi ada hak-hak normatif pekerja yang belum dipenuhi sepenuhnya selama berdirinya perusahaan.

” Sebetulnya yang dituntut adalah masalah normatif. Gaji yang mereka terima selama ini sekitar 2,5 jutaan, itupun tidak semuanya mendapatkan gaji swgitu. Dan selisihnya hampir 1 juta lebih dari UMK Kabupaten Gresik ” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, awalnya muncul permasalahan mutasi ini ketika karyawan menuntut UMK akhirnya kawan-kawan ini sedikit demi sedikit mulai diberangus dari anggota 80 lebih sekarang tinggal 21. Ada yang di mutasi tanpa sebab dan di nonjob kan dari peusahaan.

” Sebelum kasus mutasi kali ini yang sebanyak 11 ke Lamongan, ada kasus yang sama mutasi 10 ke Magelang. Yang kasusnya sekarang pun belum selesai dan masih ditangani Dinas Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Jatim ” jelas Ali Rifa’i.

Sementara itu Kuasa Hukum PT. ATF M. Shahril saat ditemui usai mediasi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gresik mengatakan, mediasi kali ini yang sifatnya hanya menyampaikan tuntutan-tuntutan dari pihak kami selaku Kuasa Hukum PT. ATF dan dari pihak Pekerja.

” Saya selaku Kuasa Hukum tidak bisa memutuskan permasalahan hari ini sendiri. Saya juga harus kordinasi lagi dengan pihak Perusahaan atas hasil mediasi kali ini untuk bisa di ambil keputusan ” ujarnya.

Data-data yang dihimpun dari pernyataan mantan Karyawan perusahaan tersebut, juga menyatakan semenjak berdirinya perusahaan sekitar tahun 2006 tidak pernah memberikan gaji sesuai UMK Kabupaten Gresik serta jaminan asuransi pun mulai diberikan semenjak tahun 2014 lalu. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here