Semarang.panjinasional.net
Persoalan pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak akan selalu mengemuka ketika terjadi ketidakadilan sosial di masyarakat. Apalagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak menjadi pilar terpenting dalam membangun konstruksi sosial.

“Persoalannya sangat komplek dan cenderung tertutup. Jadi, tantangan kita ke depan akan semakin berat,” kata Kabid Partisipasi Media Cetak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, ketika menutup kegiatan Diklat Jurnalistik Berbasis Gender, di Semarang Kamis (18/10/2018).

Hadir memberikan materi Asisten Deputi Partisipasi Media Fatahilah, Pjs Kadinas PPPA Jateng Wienarto dan Ketua Kompetensi PWI Pusat Kamsul Hasan. 30 jurnalis di Semarang ikut menjadi peserta dalam pendidikan san pelatihan tersebut.

Susanti menjelaskan tantangan kementerian ke depan seiring dengan semakin pesatnya perkembangan informasi dan teknologi masyarakat.

Selain itu, tambahnya, kurangnya pemahaman masyarakat dalam usaha memberdayakan perempuan atas potensi dirinya, baik dalam membaca maupun mengisi peluang yang ada.

“Karena itu kami minta kepada masyarakat termasuk media ada di dalamnya untuk ikut merealisasikan apa yang menjadi visi dan misi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” pintanya.,(Mim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here