Sumenep, Panjinasional.net
Tentunya Publik masih ingat terkait dengan Polemik pemberitaan renovasi Pasar Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur., yang dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di pasar tersebut beberapa hari yang lalu.

KaDisperindag: Renovasi Pasar Lenteng Tak Ada Masalah

Keluhan itu datang karena sebelum dilakukan pembongkaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, diduga tidak melakukan Sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga membuat pedagang mengeluh karena merasa dirugikan dengan kebijakan pembokaran tanpa sosialisasi.

Menanggapi Polemik persoalan ini Ketua DPC Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan) Kabupaten Sumenep, Agus Junaidi angkat bicara.

Menurut Agus Junaidi, setelah pihaknya membaca dan mengamati pemberitaan di media patut diduga kalau Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep hanya mencari aman.

“Kalau saya amati dari pemberitaan di media Dinas terkait hanya mencari aman dan mau cuci tangan perihal renovasi dan relokasi pasar lenteng yang ramai di media karena dikeluhkan sejumlah pedagang dipasar tersebut,” kata Agus Junaidi, saat ngopi bareng dengan awak media ini, Sabtu (13/10/2018).

Masih kata dia terkait Polemik renovasi pasar lenteng tersebut tidak mungkin terjadi Polemik kalau dinilai tidak ada masalah dibawah.

“Logikanya, begini mas, kan tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, sama dengan persoalan pasar lenteng ini, tidak mungkin pedagang mengeluh kalau tidak merasa dirugikan dengan pihak dinas terkait,” ujar dia.

Semestinya papar agus, sebelum dilakukan pembongkaran, dinas terkait melalui pejabatnya yang kompeten melakukan sosialisasi terlebih dahalu.

“Sebelum bangunan tempat para pedagang tersebut dibongkar lakukan sosialisasi dulu, dan sosialiasi itu tidak cukup dengan waktu yang sangat singkat, karena mereka (pedagang.red) juga butuh persiapan yang matang.”

“Jadi alangkah baiknya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep ini jangan sok benar dan sok mengatakan tidak ada masalah perihal persoalan di pasar lenteng, karena bagaimanapun sudah jelas-jelas pedagang disana (pasar lenteng.red) mengeluh, selain itu konon katanya mereka juga mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk membuat kios sementara,” tukas agus sapaan akrabnya.

Sebelumnya diberitakan, Kegiatan Renovasi Pasar Kecamatan Lenteng, yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di Pasar tersebut.

Pasalnya, pihak pengelola pasar tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum bangunan tersebut di gusur oleh kontraktor apalagi tidak menyediakan tempat sementara bagi para pedagang.

Terungkapnya Informasi persoalan tersebut saat tim awak Panjinasional melakukan upaya Investigasi ke pasar Lenteng, dimana sejumlah pedagang banyak yang mengeluh bahkan ada yang menangis atas perlakuan pihak pengelola pasar yang dinilai semena-mena, karena menyuruh para pedagang untuk mengosongkan tokonya dengan tenggang waktu yang cukup singkat.

“Hari Sabtu sore kepala pasar datang kepada saya supaya toko segera di kosongkan paling lambat Senin harus kosong,” kata Hj. Murni salah satu pedangang saat di wawancarai oleh tim awak media, Rabu (19/09) sambil terisak tangis.

Hj. Murni juga menuturkan, pihak pengelola pasar juga menyuruh para pedagang mencari lokasi sendiri di bagian belakang pasar dan menyuruh membangun warung sendiri sebagai tempat sementara untuk berjualan sampai renovasi pasar selesai.

“Setelah saya tanya kepada kepala pasar mau pindah kemana, kepala pasar malah menyuruh mencari lokasi sendiri di bagian belakang pasar lalu menyuruh saya untuk membangun sebuah warung,” ujar dia di warung barunya.

Selain itu dia juga mengaku, jika pihaknya sudah menghabiskan dana mencapai puluhan juta rupiah untuk membangun warung yang di tempatinya saat ini.
“Meskipun tempat ini kecil, saya menghabiskan dana hampir sepuluh juta rupiah membangun warung ini,” ngakunya

Sementara Pihak pengelola Pasar Lenteng Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, nampaknya mulai menepis tudingan dari sejumlah pedagang di Pasar Lenteng terkait dengan penggusuran beberapa toko di pasar lenteng yang akan di renovasi tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang.

Pasalnya, Kepala Pasar Lenteng Rasid saat di Konfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya malah meminta kepada awak media untuk di pertemukan dengan pedagang tersebut.
“Jika memang seperti itu apa yang di sampaikan oleh pedagang bisa di hadapkan ke saya orangnya,” kata Rasid kepada awak media selasa (25/09).

Menurutnya apa yang di sampaikan pedagang itu simpang siur tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pihaknya sudah jauh-jauh hari telah menjelaskan kepada para pedagang bahwa tokonya akan di renovasi.

“Memang hari sabtu saya umumkan kepada pedagang untuk mengosongkan tokonya karena saya dapat perintah dari kontraktor dan Bapak UPT, sedangkan Bapak UPT juga mendapat perintah langsung dari Kepala Dinas, tapi sebelum-sebelumnya saya dan anak buah saya sudah memberitahukan kepada para pedagang,” ngakunya.

Kalau mengenai masalah tempat sementara bagi para pedagang untuk berjualan, pihaknya memang mengakui bahwa pengelola pasar memang tidak bisa menyediakan tempat yang lebih layak bagi para pedagang sampai renovasi selesai di kerjakan.

“Untuk tempat sementara bagi para pedagang agar bisa berjualan saya hanya bisa menyediakan los saja, jika pedagang meminta untuk di sediakan warung saya tidak mungkin bisa, sebab kami tidak mempunyai dana, dan itupun sudah saya jelaskan kepada para pedagang sebelumnya,” tukasnya.

Sementara Kepala UPT Pasar, mulai menepis dan tidak terima apabila pelaksanaan Proyek Renovasi Pasar Lenteng, yang berada dibawah tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten setempat dinilai merugikan sejumlah Pedagang di Pasar.

Hal itu disampaikan langsung oleh (Purnomo) UPT Pasar kepada awak media saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan, tidak ada satupun pedagang yang merasa di rugikan walaupun harus mengeluarkan uang pribadi untuk membangun sebuah warung di los yang sudah disediakan oleh pihak pengelola pasar Lenteng.

“Jika ada pedagang yang merasa di rugikan, silahkan bawa ke hadapan saya, tiap hari saya di kantor,” kata Purnomo saat di konfirmasi oleh awak media Kamis (27/09).

Menurut Purnomo, meskipun pihak pengelola pasar tidak menyediakan tempat yang layak (warung) bagi para pedagang itu tidak masalah karena tidak berbenturan dengan aturan.
“Secara aturan boleh, itu hanya sebagai tempat penampungan sementara para pedagang sampai renovasi pasar selesai,” sambung dia

“Anggaran untuk membangun sebuah tempat yang layak (warung) itu tidak ada, karena itu bukan permanen, seandainya permanen pasti kita pikirkan,” imbuhnya

Selain itu Purnomo juga mengakui jika pihaknya memang memberikan perintah kepada kepala pasar lenteng (Rasid) untuk mengintruksikan kepada para pedagang supaya mengosongkan tokonya paling lambat dua hari.
“Betul, memang malam sabtunya saya memanggil Pak Rasid, supaya mengumumkan kepada para pedagang untuk mengosongkan kiosnya paling lambat hari Senin,” ucapnya.

Sementara Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan (Ka Disperindag) Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri M.Si mulai menanggapi persoalan renovasi pasar lenteng yang di nilai meresahkan dan merugikan sejumlah pedagang di pasar tersebut.

Menurut Ka. Disperindang Syaiful Bahri, hal tersebut tidak ada masalah sebab pihaknya sudah turun kelapangan dan sempat menemui pengelola pasar yang lama sekaligus salah satu tokoh masyarakat di desa lenteng.

“Pak H. Taufan itu salut dengan kita, beliau bilang baru sekarang ada kegiatan di pasar lenteng itu tidak ada apa-apa, biasanya setiap ada kegiatan di pasar lenteng itu bergejolak terus, berarti pendekatannya kepada para pedagang itu bagus,” kata Kadisperindag Syaiful sambil menirukan kata-kata H. Taufan, saat di konfirmasi oleh tim pewarta. Selasa 02/10..@Kip/Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here