Gresik – Dugaan kasus korupsi dana kapitasi Jaspel BPJS tahun 2016-2017, tim penyidik Kejari Gresik kembali memeriksa Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) nonaktif dr. M. Nurul Dholam dalam di kantor Kejari setempat, Rabu (19/9/2018).

Pemeriksaan Dholam ini setelah yang bersangkutan ditahan Kejari di lembaga pemasyarakatan Banjarsari, Kecamatan Cerme, Jumat (31/8/2018) lalu.

Dholam sampai di Kantor Kejari Gresik Jalan Permata Perumahan Bunder Asri, Kebomas dengan menggunakan mobil tahanan sekitar pukul 09.00 WIB.

Setibanya di Kejaksaan, Dholam langsung masuk ke ruang penyidik Pidsus Kejari dari pintu belakang. Tak berselang lama, 2 pengacara Dholam dari Gresik Lawyers Association (GLS) turut menyusul. Mereka adalah, M. Nasichin S.H, M.H., dan Prihatin Effendi S.H, M.H.

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto membenarkan pihaknya kembali melakukan pemeriksaan terhadap Dhalam. “Pemeriksaan tambahan mas,” ujarnya, Rabu (19/9/2018).

Diberitakan sebelumnya, Nurul Dholam ditetapkan tersangka oleh Kejari atas kasus dugaan korupsi dana kapitasi Jaspel BPJS tahun 2016-2017 yang merugikan negara Rp 2,4 miliar.

Dalam kasus tersebut, ada lebih dari 70 saksi diperiksa, yakni mulai 64 Kepala Puskesmas, Pustu, Bendahara, Sekretaris Dinkes, Kasubag Keuangan, Kabid Yankes, hingga pejabat BPJS Kesehatan Gresik. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here