Sidoarjo.www.panjinasional.net.
Dugaan pencemaran Nama baik dan Pemerasan yang dilakukan oleh Wartawan Slamet Maulana alias Ade di cafe D” top /x2 yang dipasalkan melanggar UU ITE, membuat .Ormas Islam,Tokoh Masyarat Sidoarjo dan Mahasiswa geram terhadap Porno Aksi yang dilakukan Cafe D’top/X2 yang akhirnya menjadikan korban seorang wartawan saat mengungkap takir kebenarannya.


Beredarnya porno Aksi di Cafe D’Top/X2, Melalui You Tube berjudul ” Cuma 2000 Rupiah bisa….. dan Tiap Malam Purel X2 Bergentayangan bikin Geram beberapa Ormas Islam. sabtu.15/09/18

Gus Riza ( Ketua Anshor) kota Sidoarjo merespon dengan banyaknya pengaduan masyarakat ke dirinya “Serta bukti data teman media yang sampai ke saya, makasaya akan tetap mengawal temuan rekan-rekan media dan akan saya rapatkan dengan Majelis Ulama Indonesi ( MUI), Saya akan tetap jaga kota sidoarjo sebagai panutan yang kental dengan para santrinya “

H.Dondik AS Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura kota Sidoarjo juga ikut prihatin dengan adanya porno aksi disidoarjo. dia juga berharap agar masalah ini dapat perhatian serius dari pemerintah, karena saya takut nanti generasi penerus kita secara perlahan akan kena virusnya.

Dengan adanya viral di you tube tersebut, “Sangat risih rasanya dan tetap kita akan basmi penyakit masyarakat adanya porno aksi di sidoarjo”.ungkap H.Dondik. dengan nada geram.

Agus.P (Sekjend DPP SWI ) , juga angkat bicara terkait apa yang terjadi akhir-akhir ini dengan masalah Porno Aksi di D’Top Karaoke, Saya bersama rekan-rekan Ormas dan lembaga pers akan tetap mengawal kasus tersebut.

“Porno Aksi harus diberangus, saya juga gak habis pikir ada apa dengan D’Top karaoke kok seakan kebal hukum” kata Agus Pujianto.

Seperti berita yang sempat ramai dan viral, ingat pula dalam kesaksian pemandu lagu mengumbar nafsu merinding atas nama MAS’ARIEL Kharomi alias Bela, dalam kesaksiannya dalam sidang di PN sidoarjo, bela mengakui bahwa porno aksi itu dilakukan di D’Top karaoke Room 10.

Bahkan keterangan saksi “Kamerun” juga memberikan kesaksian yang sama ” waktu itu saya mabuk lagi pesta miras”,ucapnya .

Dengan demikian seharusnya Bela dan D’Top harus di proses hukum yang sama seperti halnya wartawan yang memberitakannya yang sekarang masih dalam proses hukum di PN sidoarjo.

Dalam keterangan yang sama Sony, Ketua SWI Sidoarjo juga sangat heran dengan proses hukum terkait ” Porno Aksi ” buka celana dalam di D’Top karaoke yang di biarkan bebas berkeliaran mencari mangsa lain, seharusnya pihak aparat penegak hukum harus memproses pelaku porno aksi tersebut.

“Kami akan terus mengawal kasus tersebut sampai pelaku Porno aksi dan manajement D’Top diproses itu baru adil, ungkapnya. (Dwi/Humas DPP SWI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here