REMBANG, www.panjinasional.net :
Jajaran Satnarkoba Polres Rembang berhasil membekuk seorang wanita dan laki-laki sebagai pengguna dan kurir narkoba di lokasi dan waktu terpisah. Wanita pengguna sabu – sabu (SS) yang ditangkap adalah Parini warga Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Pati dan seorang kurir Narkoba bernama Abdullah warga Kaliori, Rembang.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumah barang bukti dari dua tersangka. Antara lain, satu set alat hisap, Sabhu seberat 0, 25g, satu buah plastik klip kecil bekas bungkus sabu, satu buah plastik klip besar bekas bungkus sabu dan satu buah korek api berwarna pink.

Kemudian barang bukti dari tangan Abdullah berupa satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,3 grm yang dibungkus plastik klip kecil, yg dimasukkan kedalam satu bungkus plastik klip besar, yang diisolatip warna hitam. Kemudian, satu buah plastik klip kecil warna bening bekas bungkus sabu, satu buah pipet terbuat dari kaca , satu set alat hisap sabu terbuat dari botol plastik, dan sebuah tutup botol warna biru yang telah berlubang.

Selain itu, sebuah sedotan plastik yang salah satu ujungnya diisolatif warna hitam, sebuah sedotan warna bening bergaris merah putih , yang salah satu ujungnya diruncingkan, sebuah karet penyambung pipet berwarna merah, sebuah baju merk kardova motif kotak-kotak berwarna biru dan dan sebuah karung berwarna putih bergarisbiru.

Menurut keterangan, Parini diciduk di dalam kamar hotel yang berada di kawasan SPBU Tasiksono, Lasem, Rembang, Rabu (5/9/2018) siang. Sedangkan Abdullah M ditangkap di didalam gudang penimbunan garam yang berada di sekitar area tambak turut tanah Dukuh Dresen, Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang, Selasa (11/9).

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatnarkoba AKP Bambang Sugito mengungkapkan, kedua pelaku diciduk jajaran polisi lantaran diduga mengonsumi sabu. “Dari informasi dari masyarakat, saat itu juga jajaran Satresnarkoba langsung beraksi. Dengan tindakan tegas, cepat dam akurat aparat berhasil menangkap para pelaku,” ungkap Bambang Sugito.

“Untuk pelaku wanita dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mengingat pelaku sebagai pengguna,”papar Bambang sembari menambahkan, atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan denda maksimal Rp 800 juta. Mengingat pelaku sebagai Kurir dan Pengguna.(yon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here