Surabaya, www.panjinasional.net
Tiba-tiba dikejutkan adanya penghadangan masa terhadap Pengacara Yusril Ihza Mahendra saat menghadiri agenda sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/9/2018).

Penghadangan terhadap Yusril tersebut untuk diminta menerima surat kuasa pendampingan korban dugaan penipuan apartemen Sipoa Grup di Surabaya. “Kami inginkan Pak Yusril mendampingi kami dalam proses hukum kasus Sipoa,” kata Muhammad Aldo, salah satu korban dugaan penipuan apartemen Sipoa Grup di depan PN Surabaya.

Kata Aldo, Selama ini kasus apartemen Sipoa Grup sudah berproses hukum. Namun, banyak korban mengaku belum puas dengan pendampingan kuasa hokum yang ada. “Semoga dengan dikawal Pak Yusril, kasus ini bisa selesai dan bisa mengembalikan uang kami,” ujarnya.

Sedangkan Yusril sendiri mengaku siap jika resmi diminta menjadi kuasa hukum korban dugaan penipuan apartemen Sipoa Grup. “Pembicaraan lebih lanjut nanti bisa di kantor,” ujarnya.

Menurut Yusril, perjalanan kasus hukum tersebut belum menyentuh jajaran pemilik perusahaan Sipoa Grup. “Setahu saya, saat ini kasus tersebut masih menyentuh jajaran manajemen dan direksi, bosnya belum tersentuh,” ucapnya didepan awak media yang bertugas di PN Surabaya.

Maraknya penipuan tentang keberadaan pengembang nakal yang terindikasi penipuan, yang akhirnya banyak warga Surabaya dan sekitarnya disebut menjadi korban dugaan penipuan pembelian Apartemen Sipoa Grup ini.

Puluhan orang menggugat perdata Bupati Sidoarjo, Saifullah dan Pengembang Apartemen Sipoa Grup yakni PT Sipoa Internasional Jaya Bersama ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Bupati Sidoarjo dan Bos Sipoa tak tersentuh
Sebagaimana diketahui, para korban yang dirugikan dalam pembelian Apartemen Sipoa, puluhan orang menggugat perdata Bupati Sidoarjo, Saifullah dan Pengembang Apartemen Sipoa Grup yakni PT Sipoa Internasional Jaya Bersama (SIJB) ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Selain Bupati Sidoarjo dan PT SIJB, 29 orang yang merupakan pembeli apartemen Sipoa grup juga menggugat 14 perusahaan pengembang yang bergabung dalam PT SIJB.

“Mereka kami ajukan sebagai tergugat 1, sedangkan Bupati Sidoarjo kita ajukan sebagai tergugat 2,”terang Minola Sembayang, kuasa hukum para tergugat usai mengajukan gugatan ke PN Surabaya, Selasa (27/3/2018) yang lalu.

PT Sipoa Dilaporkan Atas Kasus TPPU

Alasan digugatnya Bupati Sidoarjo, Lanjut Minola, dikarenakan mengetahui adanya pembangunan Aparteman Sipoa.
” Ijinnya pembangunannya pun juga sudah dikeluarkan oleh Bupati Sidoarjo,” sambung Minola.

Sementara Al-Suwari salah seorang penggugat meminta agar PT Sipoa mengembalikan uang yang disetorkan untuk pemebelian apartemen yang tak kunjung usai dibangun.
” Saya berharap PT Sipoa ada itikad baik untuk mengembalikan uang saya,” kata Al-Suwari pada awak media.

Perlu diketahui pula, gugatan perdata itu bermula dari mangkraknya pembangunan apartemen proyek Royal Mutiara Residence (RMR) 3 dan Royal Afatar World yang dikelola PT Sipoa.

Kendati telah dibayar oleh penggugat, namun pihak pengembang apartemen Sipoa grup tak ada niat baik untuk mengembalikan uang pembelian yang sudah dibayar.

Selain menggugat perdata, kasus ini juga dilaporkan pidana ke Polda Jatim. Rata-rata korban yang membeli hunian itu banyak yang tertarik karena ikonnya bupati. Laporan pidana itu dilakukan para korban itu itu sebagai upaya akhir somasi yang diabaikan begitu saja oleh Sipoa..@timred.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here