Hasil Putusan MK, calon bupati sampang akan bertarung lagi

JAKARTA, www.panjinasional.net
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Pilkada Sampang, Madura harus diulang, karena jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ada bermasalah,
Kemudian publik mengaitkan hasil Pilgub Jatim. Adakah kemungkinan putusan MK ini juga mempengaruhi hasil Pilgub Jatim?.

Persidangan Mahkamah Konstitusi hasil Pilkada sampang harus diulang

Seperti diketahui pelaksanaan Pilkada Sampang berlangsung serentak dengan pelaksanaan Pilkada Jatim.
Ternyata, Mahkamah Konstitusi ( MK) mengakui hasil Pilkada Jawa Timur (Jatim) tetap sah, meski nanti ada putusan terbaru mengenai hasil Pilkada ulang di Kabupaten Sampang.

Berdasar Putusan Nomor 38/PHP.BUP-XVI/2018, MK memerintahkan pemungutan suara ulang pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
“Apabila hal ini dikaitkan dengan pertimbangan signifikan perolehan suara, maka hal tersebut tidak relevan untuk mempersoalkan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Timur 2018,” ujar Hakim MK Suhartoyo saat membacakan putusan di Gedung MK, Rabu (5/9/2018).

MK memastikan, meski terbukti jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Sampang tidak masuk akal, namun hal itu tidak mempengaruhi suara yang didapatkan pemenang Pilkada Jatim yakni Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak.
Di Kabupaten Sampang, total DPT Pilkada sebanyak 803.499 orang.

Makanya jumlah itu dinilai MK tak masuk akal, karena sama dengan 95 persen penduduk Kabupeten Sampang yang jumlahnya 844.872 orang.
Tak masuk akal karena dengan mengacu pada DPT tersebut, artinya 95 persen penduduk Kabupaten Sampang adalah penduduk dewasa atau sudah berusia 17 tahun ke atas sehingga memiliki hak mencoblos.

Padahal berdasarkan data Kementerian Dalam Nageri (Kemendagri), daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) di Kabupaten Sampang hanya 662.673 penduduk.

Pada saat persidangan di MK, terungkap bahwa KPU Kabupaten Sampang tidak menggunakan data Kemendagri untuk menentukan DPT.
Justru DPT Pilpres 2014 yang sudah disesuaikan menjadi acuannya.

Akibatnya, jumlah DPT menjadi 803.499 orang, naik 140.828 dari jumlah DP4 milik Kemendagri.
Maka karena itu, MK memerintahkan agar pemungutan suara diulang dengan DPT yang diperbarui mengacu kepada data Kemendagri.

Meski begitu, menggelembungnya jumlah DPT di Sampang tidak menggoyahkan hasil Pilkada Jatim.
“Mengingat selisih perolehan suara antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur tahun 2018, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno adalah 1.389.204 suara, lebih dari jumlah DPT Kabupeten Sampang,” kata Suhartoyo..@tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here