Surabaya, www.panjinasional.net
Menggelar rapat Pleno Terbuka, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu tahun 2019. Rapat Pleno terbuka dilaksanakan hari ini, Rabu (29/8) mulai jam 10 pagi di Narita Hotel Surabaya.

Rapat Pleno Terbuka dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Jatim, Eko Sasmito, Gogot Cahyo Baskoro, Choirul Anam, Dewita Hayu Shinta, Muhammad Arbayanto, Rochani, Insan Qoriawan serta Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima. Rapat ini juga mengundang Ketua, Divisi Perencanaan dan Data, serta Operator Sidalih dari 38 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Diundang pula dalam Rapat Pleno Terbuka, Bawasprov Jatim, Partai Politik, dan Instansi terkait.

Membuka Rapat Pleno Terbuka, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menuturkan jika Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT kali ini merupakan tahapan yang sudah ditetapkan di Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018. “Dimana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT di tingkat Provinsi dilakukan mulai tanggal 29-31 Agustus 2018. Untuk Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus,” katanya (29/8/2018).

Usai dibuka, rapat diserahkan pada Anggota KPU Jatim yang membidangi, yakni Divisi Perencanaan dan Data, Choirul Anam. Menurut Anam Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi DPT ini dilakukan setelah proses Pleno Penetapan DPT di Kabupaten/ Kota. “Hari ini KPU Provinsi akan menyampaikan rekapitulasi DPT Pemilu 2019 dan memberikan salinan DPT dalam bentuk soft copy, Berita Acara dan form A3 pada Bawasprov, Parpol dan instansi terkait,” ujar Anam.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembacaan rekapitulasi DPT Pemilu 2019 di 38 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur oleh Ketua dan Anggota KPU Jatim, yang dilakukan secara bergantian. Berdasarkan penyampaian rekapitulasi tersebut, di Jawa Timur diketahui ada 30.554.761 pemilih. Yang terdiri dari 15.511.504 pemilih perempuan dan 15.043.257 pemilih laki-laki.

Perwakilan Bawasprov Jatim, Aang Khunaifi pun, selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan masukan. “Hal yang perlu dilakukan oleh KPU adalah terus mengupdate pemilih. Pemilih yang MS menjadi TMS (Sipil menjadi TNI/ Polri, terganggu kejiwaannya) maupun yang awalnya TMS menjadi MS harus diakomodir menjadi pemilih,” jelas Aang.

kemudian Ketua KPU Jatim menutup Rapat Pleno Terbuka, dan berjanji KPU akan terus melakukan perbaikan. (AACS/Fto.Habib/release’kpujtm/gtt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here