Surabaya – Panjinasional
Suhartina (60), warga asal Joyoboyo Surabaya, tak kuasa menahan airmata saat hakim Pengadilan Negeri Surabaya memutus 6 tahun penjara kepada dirinya karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu. (28/08/2018)

Sidang dengan agenda pembacaan putusan perkara narkoba yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pesta PH Sitorus SH., M.Hum., memutus lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanik Prihandini SH dari Kejati Jatim yakni 10 tahun penjara.

Dalam putusannya, hakim Pesta menjatuhkan vonis sesuai dengan fakta persidangan yang membuktikan terdakwa Suhartina telah bersalah secara ilegal dan tanpa hak tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang atau dinas kesehatan dalam hal menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika jenis shabu.

” Karena terbukti bersalah, Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis kepada terdakwa Suhartina als Li binti Hadi Santoso dengan hukuman penjara selama 6 tahun penjara,” jelas hakim Pesta.

Suhartina yang tidak segera menjawab pertanyaan hakim terkait diterima atau tidaknya vonis yang dijatuhkan kepada dirinya karena sibuk menangis langsung disambar lagi dengan pertanyaan oleh hakim Pesta. ” Terima atau tidak, mau yang 6 tahun apa yang 10 tahun,” tukas hakim Pesta.

Pertanyaan terakhir hakim berkumis tebal ini langsung di jawab dengan kata terima oleh terdakwa sambil sesekali menyeka airmatanya. JPU yang mendapat giliran pertanyaan dari hakim langsung menjawab juga menerima keputusan hakim tersebut.

Seperti diketahui, Suhartina ditangkap pada hari Sabtu tanggal 10 Maret 2018 sekitar jam 06.30 Wib, oleh petugas Kepolisian yang mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkoba jenis sabu di wilayahnya. Saat melakukan penggeledahan pada diri terdakwa yang sedang berada di dalam rumah Jl. Joyoboyo Kel. Sawunggaling Kec. Wonokromo Surabaya ditemukan pada diri terdakwa terdapat 4 (empat) bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat masing-masing 1,38 gram, 1,50 gram , 1,47 gram dan 0,43 gram dengan berat total seluruhnya 4,78 gram beserta bungkus plastik yang disimpan di lipatan lengan baju sebelah kiri yang sedang dipakai oleh terdakwa, dan sebuah HP merk Nokia warna putih yang digunakan sebagai sarana komunikasi oleh terdakwa.

Atas perbuatannya tersebut, terdakwa divonis bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU R.I No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here