Tri Didik dari DPRD Surabaya saat mendengar keluhan warga jl, demak

Surabaya – www.panjinasional.net
Anggota DPRD kota Surabaya H. Tri Didik Hadiono. S.Sos sangat terkejut saat mendengar jeritan Rakyat/masyarakat warga jalan Demak Surabaya, 11-08-2018, Didik saat mendatangi warga yang mengeluhkan atas tindakan pasukan aparat kepolisian yang diduga atas perintah PT Bintang bernama Tio Soegeng Sutijo dan YM. Halim yang misterius keberadaannya.

Warga jalan demak menolak penggusuran pemagaran oleh polisi atas rumah yang ditempati selama 40 tahun

Harapan Warga Jalan demak, Rakyat/Warga berharap, kepada aparatur Pemerintah, dan kepada DPRD Kota Surabaya H. Tri Didik Hadiono, dan kepada Ibu Wali Kita Surabaya Risma, Tolong bantu kita warga yang telah menjadi bulan-bulanan oleh seseorang yang mengaku pemilik lahan, tempat kami ini adalah tempat usaha dan tempat tinggal kita sejak daerah jalan demak ini masih rawan Rampok, disini masih belum padat penduduk, kalau warga tidak di lindungi, apakah warga ini akan tidur di jalan atau di jembatan, Kami tidak Punya Tempat tinggal, disini satu-satunya tempat mencari Nafkah Keluarga serta tempat Rakyat tidur, benar cuma 35 KK. Tapi warga sudah turun-temurun. Bisa menjadi ratusan orang akan terlantar, demikian Harapan warga melalui media ini.

Kedatangan anggota Komisi A dari Partai PDIP, H. Tri Didik Hadiono. S.Sos ke lokasi Warga jalan demak kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, yang telah diresahkan Oleh orang orang yang telah mengakui memiliki Tanah, yang sudah di tempati warga selama 44 tahun,

sebelumnya ada pengukuran dari BPN yang dikawal polisi

Sebelumnya Apa yang diungkap Warga, saat di datangi awak media Panjinasional, mengatakan, “Kami ini tidak liar mas!., jaman dulu pemerintah kota menata semua pedagang di tempat yang layak dan benar, kita di relokasi Pemerintah Kota Surabaya, pada tahun, 1974, namun kenapa saat ini kok orang bernama Tio Soegeng Sutijo, dan YM Halim, mengaku sebagai pemilik tanah dan tidak jelas keberadaannya, dulu kita di sini sebelum banyak penduduk, sekarang telah padat penduduk, kok tiba tiba mau dirampas tanpa Adanya prosedur Hukum”

Kehadiran Tri Didik Hadiono membuat warga agak tenang, karena sebagai wakil rakyat yang benar benar akan membela rakyatnya, “Warga Jangan takut, permasalahan ini bukan ranah polisi, kok bisa tiba tiba polisi membawa pasukan lengkap akan mengusir warga atau pasang pagar se enaknya, Kalau memang area ini bermasalah harus ada proses hukum sampai ada ketetapan hukum dari Pengadilan Negeri”.

Masih Kata Tri Didik “Warga ini manusia, jangan sampai ada hal hal yang tidak memanusiakan warga saya, warga disini adalah saudara saudara saya, makanya akan saya proses permasalahan ini, akan saya panggil pihak pihak terkait biar terbuka siapa pemilik PT Bintang itu, apa haknya dia menggunakana aparat untuk mengusir warga”..ujar Didik agak emosi mendengar dan melihat keluhan warga yang sepertinya mendapat ancaman oleh pihak yang tidak jelas dimana alamat PT Bintang itu.

Kepada Tri Didik, warga juga melaporkan kalau warga sudah melakukan gugatan ke pengadilan, namun menurut keterangan pihak PN Surabaya, bahwa alamat PT Bintang tidak ditemukan alias alamatnya di jalan semarang Surabaya tidak ada alias bodong.

Kepada warga jalan demak kader PDIP ini menjelaskan, bahwa semua permasalahan ini ada Undang-Undangnya, tidak boleh ada intimidasi atau ancaman terhadap masyarakat. Apalagi warga disini sudah menempati lahan ini selama 40 tahun.

Sebagai wakil rakyat, kami akan menampung keluhan rakyat, dan kita berikan jalan terbaik bagi rakyat, supaya tercipta kemerdekaan, dan rakyat tidak merasa tertindas seperti yang pernah terjadi sebelumnya kepada Warga Jalan demak, khususnya Pada rakyat Kota surabaya, pungkasnya dengan Lantang, (Kosim-RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here